Berita

ilustrasi

Bisnis

Jamsostek Siapkan Rp 200 Miliar untuk Uang Muka Perumahan Pekerja

SENIN, 01 APRIL 2013 | 21:37 WIB | LAPORAN:

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) dan PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) melakukan sinergi demi mempermudah para pekerja memiliki rumah layak dan terjangkau. Dalam sinergi itu, PT Jamsostek akan menyalurkan dana pinjaman uang muka melalui BTN mendukung pembangunan rumah murah.

"Sepanjang 2012, kami sudah menggulirkan Rp 800 miliar uang muka perumahan kepada 87 ribu peserta Jamsostek," kata Direktur Utama PT Jamsostek, Elvyn G. Masassya, usai acara Penandatanganan Nota Kesepahaman Tentang Penyediaan Rumah Bagi Peserta Jamsostek dengan Fasilitas KPR, di Jakarta, Senin (1/4).

Dia menjelaskan, BTN akan menyalurkan dana yang diperoleh dari laba Jamsostek untuk pinjaman uang muka di tiga wilayah kantong pekerja, yaitu Jabodetabek, Jawa Barat, dan Jawa Timur.


Elvyn juga mengungkapkan, PT Jamsostek menyiapkan dana sebesar Rp 200 miliar untuk memfasilitasi pesertanya memiliki rumah murah dan terjangkau. Jumlah uang itu diberikan untuk membantu peserta Jamsostek menyicil uang muka dan pinjaman KPR dengan platform sampai dengan Rp 50 juta dengan tingkat bunga 6 persen dengan waktu 15 tahun.

"Kita mau menurunkan bunga sampai 5 persen dengan jangka waktu 15 tahun. Rp 200 miliar ini sebagai tambahan sebagai peserta Jamsostek. Kalau ingin dapat uang muka perumahan jadilah peserta Jamsostek," ucapnya.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mendukung kebutuhan perumahan masyarakat yang mencapai 1 juta unit rumah per tahun, sementara kebutuhan itu hanya bisa terpenuhi 400 ribu unit. Elvyn menyebutkan, sepanjang 2012 pihaknya sudah menyalurkan Rp 800 miliar uang muka perumahan kepada 87 ribu peserta Jamsostek.

Peserta Jamsostek yang berhak menerima fasilitas pinjaman ini adalah mereka yang sudah menjadi peserta Jamsostek minimal satu tahun.

"Fasilitas ini bisa untuk uang muka rumah murah melalui FLPP seharga Rp 200-300 juta dan rumah terjangkau yang di atas FLPP di atas Rp 300 juta baik vertikal maupun landed house," jelasnya.

Nantinya, Elvyn menambahkan, implementasi kerjasama ini akan bekerjasama dengan developer khususnya di tiga wilayah Jabodetabek, Jabar dan Jatim.

"Kita akan membangun affordable housing, rumah dengan harga terjangkau. BTN adalah bank BUMN ke-4 kerjasama dengan Jamsostek untuk melayani jasa-jasa perbankan Jamsostek, khususnya dalam hal pencairan klaim," paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama BTN Maryono mengatakan, pihaknya masih akan mengkaji berapa besaran bunga yang akan diberikan untuk peserta Jamsostek untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

"Kita masih akan hitung dulu, yang pasti tidak di bawah bunga KPR yang FLPP," kata Maryono.

Dalam kesempatan itu, Maryono juga mengungkap, BTN menargetkan bisa membidik tambahan 2 juta nasabah dari kerjasamanya dengan PT Jamsostek.

Dia menambahkan, melalui kerjasama ini diharapkan pihaknya menggaet sekitar 2 juta peserta Jamsostek dari 4,5 juta peserta Jamsostek yang eligible (memenuhi syarat).

"Jumlah peserta Jamsostek kan sekarang 11,5 juta. Nah, 4,5 juta kan yang eligible, setidaknya setengah dari itu atau sekitar 2 juta bisa kita tarik untuk jadi nasabah," terangnya.

Menurut Maryono, tahun ini pihaknya juga akan menambah 200 kantor cabang untuk mendukung pengembangan usaha perusahaan.

"Tahun ini akan nambah 200 outlet. Ini akan bersama-sama menawarkan produk kita untuk meningkatkan layanan sehingga tahun ini bisa melakukan percepatan bisnis," kata dia.

Sepanjang 2012, jaringan kantor Bank BTN terdiri dari 3 Kantor Wilayah, 65 Kantor Cabang, 223 Kantor Cabang Pembantu, 415 Kantor Kas, 22 Kantor Cabang Syariah, 21 Kantor Cabang Pembantu Syariah, 7 kantor Kas Syariah (Total 756 jaringan kantor) dan 2.922 outlet Kantor Pos Online. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya