Berita

ist

Tanggap Darurat Cililin Dihentikan, Tiga Korban Belum Ditemukan

MINGGU, 31 MARET 2013 | 21:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Masa tanggap darurat longsor di Kampung Nagrog, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang ditetapkan selama tujuh hari berakhir hari ini, Minggu (31/3).

Hingga hari ketujuh, korban meninggal yang ditemukan berjumlah 14 orang. Sedangkan 3 korban lainnya yaitu Imas (50), Jesika (4 bulan) dan Ecep (20) masih belum ditemukan. Berdasarkan musyawarah bersama keluarga korban dan tokoh masyarakat yang dilakukan pada Sabtu malam (30/3), proses pencarian korban longsor yang masih tertimbun akan dihentikan.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan pers yang diterima redaksi (Minggu, 31/3).


Menurutnya, penghentian pencarian korban longsor karena pertimbangan medis dan dampak yang akan ditimbulkan saat jenazah ditemukan. Diperkirakan korban sudah membusuk dan dapat menyebabkan penyakit bagi tim pencari dan relawan. Selain itu juga kendala di cuaca dan lapangan yang juga berbahaya timbulnya longsor susulan. Sedangkan keluarga korban yang ditinggalkan telah mengikhlaskan hal itu.
 
Bagi warga yang rumahnya hancur akibat longsor di Kampung Nagrog tersebut, masih lanjutnya, Pemda Bandung Barat akan merelokasi ke tempat yang lebih aman. Tidak mungkin membangun kembali di tempat semula. Lokasi untuk relokasi diserahkan kepada keluarga korban dan pemda akan membebaskan lahannya. Tentu daerah yang aman. Pemda provinsi akan membantu dalam proses pembangunan fisik bangunan.
 
Sedangkan bagi warga lain yang tinggal di daerah rawan longsor akan diberikan sosialisasi dan peningkatan kapasitas masyakarat sehingga memiliki kemampuan untuk proteksi dan antisipasi, baik dengan mitigasi struktural maupun non struktural.

Hingga saat ini bantuan untuk para korban longsor terpenuhi. Bantuan berupa pengadaan makanan, obat-obatan, pelayanan kesehatan dan trauma healing diberikan kepada para korban. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya