Berita

Bisnis

Kemenhub Sosialisasikan KA Barang di Pantura

MINGGU, 31 MARET 2013 | 09:44 WIB

Kementerian Perhubungan berkomitmen terusmelakukan upaya sosialisasi terhadap penggunaan kereta barang di jalur pantai utara (Pantura) Jawa meski respon yang diterima masih minim hingga kini.

"Migrasi angkutan barang ini belum mendapat banyak respons. Akan tetapi kami akan tetap mensosialisasikan untuk mengurangi beban jalan," kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Tundjung Inderawan, dalam siaran pers Pusat Komunikasi Publik Kemenhub yang diterima di Jakarta, Minggu (31/3).

Tundjung Inderawan memaparkan, pembangunan rel kereta jalur ganda lintas utara yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2013 diharapkan juga mampu dalam meningkatkan kapasitas angkut sehingga angkutan barang yang selama ini dilalui melalui jalan raya dapat berpindah dengan menggunakan jalur angkutan kereta.


Menurut Tundjung, banyak faktor yang menjadi kendala dalam perpindahan angkutan barang tersebut antara lain adalah karena keinginan para pelaku usaha untuk memperoleh untung besar dengan alasan efisiensi. Padahal, lanjutnya, hal tersebut dinilai berpotensi membahayakan dan menambah beban jalan karena banyak truk angkut yang berkapasitas melebihi kapasitas yang sebenarnya telah ditetapkan tetapi tetap dipaksakan untuk berjalan.

"Dengan kereta api selain dapat mengurangi beban jalan, juga dapat mempercepat barang tiba di tujuan," katanya.

Sekadar diketahui, PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah berupaya meningkatkan persentase penggunaan kereta api untuk angkutan barang menjadi 60 persen dibanding angkutan penumpang sebesar 40 persen. Sebelumnya, persentase penggunaan angkutan barang adalah 40 persen, sedang angkutan penumpang 60 persen.

Salah satu upaya yang dilakukan PT KA untuk meningkatkan kapasitas angkutan barang adalah dengan mendatangkan 100 lokomotif General Electric.[ant/wid]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya