Berita

BASUKI T PURNAMA/IST

Olahraga

Basuki Ingin Pinjaman World Bank untuk JEDI Dibatalkan Saja

KAMIS, 28 MARET 2013 | 19:48 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan membatalkan pinjaman World Bank untuk pelaksanaan program pengendalian banjir melalui normalisasi dan pengerukan 13 sungai di ibukota. Program yang dikenal sebagai proyek Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) ini digagas mantan Gubernur Fauzi Bowo sejak tahun 2008.

"Kita batalkan. Kalau World Bank enggak bisa dua tahun, kita minta batal. Batal bantuannya. Cuma pinjaman 1-2 tahun saja kok susah banget gitu loh. Ini kan PU. Kita juga keluar tanah. Kalau gitu caranya kita bilang batalin aja deh. Programnya kita jalankan sendiri saja. Tidak usah pakai uang dari mereka," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama (Ahok) di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (28/3).

Ahok menjelaskan, pihaknya keberatan jika perjanjian antara World Bank bersama Pemprov DKI dan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum berlangsung lama, yaitu lima tahun. Sementara bunga untuk mengembalikan pinjaman itu akan terus meningkat.


Waktu lima tahun, menurutnya, jelas sangat lama dan panjang untuk melakukan pengerukan sungai.

"Sampai tahun 2017? Kalau begitu caranya, lebih baik kita tolak," kata Basuki.

Masih kata Ahok, cukup beralasan jika pihaknya merasa keberatan dan ingin mempersingkat kontrak pinjamannya mengingat beban anggaran yang mesti ditanggung pemprov terhadap warga yang direlokasi dari pinggiran sungai.

"Beranak pinak lagi tuh rumah. Yang ada kita tidak menyingkirkan orang, malah dikasih rumah. Beda. Jadi kalau dipersulit, saya bilang, terus yang lain lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Manggas Rudy Siahaan mengaku akan membatalkan bantuan dari World Bank jika proses evaluasi tidak berjalan cepat.

"Iya, kalau Bank Dunia tidak mau mempercepat waktu proses dan pelaksanaannya," kata Rudy.[wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya