Berita

presiden sby/ist

Politik

Kalau Polisi Ketakutan, Presiden Sendiri yang Harus Pastikan Tragedi Cebongan Tidak Terulang

KAMIS, 28 MARET 2013 | 13:47 WIB | LAPORAN:

. Diperkirakan, Polri tak akan bersikap berani dalam menginvestigasi kasus pembantaian terencana terhadap empat tahanan di Lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta, yang menewaskan empat orang pada Sabtu dinihari (23/3).

Sebabnya, Polri sendiri sedang dalam keadaan terpojok karena kasus pembantaian Cebongan disinyalir kembali melibatkan aparat TNI. Tragedi ini terjadi ketika kasus pembakaran Markas Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, yang melibatkan puluhan aparat TNI, awal Maret lalu, belum tuntas ditangani.  

"Saya tidak yakin Polri berani," kata pakar komunikasi politik, Tjipta Lesmana, Kamis (28/3).


Agar hal itu tidak terjadi, menurut dia, jalan satu-satunya adalah Presiden SBY turun tangan untuk menuntaskan sekaligus menegakkan hukum di tengah situasi hukum rimba yang dijadikan panglima. Presiden SBY harus mengeluarkan instruksi kepada Panglima TNI, Kapolri dan aparat hukum lain.

Yang jelas, lanjut Tjipta, kasus penyerangan bersenjata yang terencana tersebut tidak boleh dibiarkan karena akan terus terulang dan berarti Presiden sebagai panglima tertinggi telah gagal. Bahkan, negara telah gagal memberi rasa aman bagi rakyat dan gagal pula menegakkan hukum.

"Kalau ini terus terjadi, maka kondisi negara ini dalam bahaya. Tapi, saya menolak menjatuhkan SBY di saat ini karena pasti akan terjadi pertumpahan darah yang sangat dahsyat," ujarnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya