.Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memanggil direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk meminta penjelasan soal rencana penghapusan kereta kelas ekonomi yang banyak diprotes masyarakat.
Direkur Jenderal (Dirjen) PerÂkeretaaÂpian Kemenhub TunÂdjung IndeÂraÂwan mengatakan, pihaknya meminta perusahaan pelat merah itu menunda rencaÂna penghapusan kereta ekoÂnoÂmi.
“Alasanya, penghapusan itu akan memberatkan maÂsyarakat bawah yang selama ini menjadi pengguÂna kereta api,†katanya di Jakarta, kemarin.
Dalam rapat tersebut juga diÂbaÂhas mengenai mekanisme pemÂberian subsidi bagi masyaÂrakat yang benar-benar layak untuk mendapatkannya. Salah satu conÂtoh pemberian subsidi dengan memberikan tiket elektÂronik keÂpada masyarakat kelas bawah melalui
Public Service ObligaÂtion (PSO).
Menurut Tundjung, saat ini sedang dibangun sistem tiket elektronik terintegrasi yang juga akan mencakup mekanisÂme pemberian subsidi bagi warga tidak mampu. Karena itu, KAI bisa menunda penghaÂpusÂan KRL ekonomi sampai sistem tiket elektronik selesai diwuÂjudkan, kemungkinan perteÂngaÂhan 2013.
Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang SusanÂtono menegaskan, kereta ekoÂnoÂmi tidak dihapus. Menurutnya, yang akan dilakukan adalah meÂningÂkatkan pelayanan dengan mengÂÂganti seluruh armada non AC menÂjadi kereta AC.
KemenÂhub juga akan memÂberikan subsiÂdi tarif kepada pengÂguna kereta api yang berhak meÂneÂrimanya, yaitu
wong cilik.“Kemenhub juga akan mengÂawasi lagi pemberian subsidi terÂsebut. PaÂsalnya, selama ini maÂsih baÂnyak warga yang diÂnilai mamÂpu juga menggunakan keÂreta ekoÂnomi sehingga pemÂbeÂrian subsidi dinilai tidak tepat sasaran,†jelas Bambang.
Bambang menyatakan, kebijaÂÂkan yang dikeluarkan pemerintah terkait kereta juga memperÂhaÂtiÂkan moda transporÂtasi lainnya sehingga dapat lebih terpadu.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, selain keÂnyaÂmanan dan keselamatan, keÂmampuan masyarakat untuk membeli tiket kereta api juga perÂlu menjadi pertimbangan.
“Buat saya bukan kelasnya, kelas ekonomi atau bukan, tapi yang penting masyarakat haÂrus mampu membayar tiket kereta api,†katanya seraya menambah-kan bahwa subsidi terhadap transportasi masih penÂting.
Terkait dengan alasan kereta ekonomi yang sering mogok, Hatta menganjurkan untuk memÂÂperbaikinya.
“Yang paling penÂting, jangan sampai membuat masyaÂrakat tidak mampu memÂbayar tiket unÂtuk naik kereta,†kata menteri dari PAN itu.
Sebelumnya, Kepala Humas PT KAI Mateta Rizalulhaq meÂngatakan, alasan pihaknya meÂnarik kereta kelas ekonomi kaÂrena alasan keselamatan. Sebab, kereta ekonomi yang ada saat ini umurnya sudah tua dan rata-rata buatan tahun 1974.
“Suku cadangnya sudah tidak ada dan sering mogok, makanya kami tarik,†katanya.
Sedangkan untuk masalah tarif yang sekarang dikeluhkan, itu bisa dibicarakan. “Itu tinggal pembicaraan dengan pemeÂrinÂtah,†imbuhnya. [Harian Rakyat Merdeka]