Berita

ilustrasi, Kereta

Bisnis

Beratkan Warga, Kemenhub Minta KAI Tunda Hapus Kereta Ekonomi

Hatta: Buat Saya Bukan Kelasnya, Yang Penting Mampu Bayar Tiket
KAMIS, 28 MARET 2013 | 08:17 WIB

.Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memanggil direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk meminta penjelasan soal rencana penghapusan kereta kelas ekonomi yang banyak diprotes masyarakat.

Direkur Jenderal (Dirjen) Per­keretaa­pian Kemenhub Tun­djung Inde­ra­wan mengatakan, pihaknya meminta perusahaan pelat merah itu menunda renca­na penghapusan kereta eko­no­mi.

“Alasanya, penghapusan itu akan memberatkan ma­syarakat bawah yang selama ini menjadi penggu­na kereta api,” katanya di Jakarta, kemarin.


Dalam rapat tersebut juga di­ba­has mengenai mekanisme pem­berian subsidi bagi masya­rakat yang benar-benar layak untuk mendapatkannya. Salah satu con­toh pemberian subsidi dengan memberikan tiket elekt­ronik ke­pada masyarakat kelas bawah melalui Public Service Obliga­tion (PSO).

Menurut Tundjung, saat ini sedang dibangun sistem tiket elektronik terintegrasi yang juga akan mencakup mekanis­me pemberian subsidi bagi warga tidak mampu. Karena itu, KAI bisa menunda pengha­pus­an KRL ekonomi sampai sistem tiket elektronik selesai diwu­judkan, kemungkinan perte­nga­han 2013.

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susan­tono menegaskan, kereta eko­no­mi tidak dihapus. Menurutnya, yang akan dilakukan adalah me­ning­katkan pelayanan dengan meng­­ganti seluruh armada non AC men­jadi kereta AC.

Kemen­hub juga akan mem­berikan subsi­di tarif kepada peng­guna kereta api yang berhak me­ne­rimanya, yaitu wong cilik.

“Kemenhub juga akan meng­awasi lagi pemberian subsidi ter­sebut. Pa­salnya, selama ini ma­sih ba­nyak warga yang di­nilai mam­pu juga menggunakan ke­reta eko­nomi sehingga pem­be­rian subsidi dinilai tidak tepat sasaran,” jelas Bambang.

Bambang menyatakan, kebija­­kan yang dikeluarkan pemerintah terkait kereta juga memper­ha­ti­kan moda transpor­tasi lainnya sehingga dapat lebih terpadu.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, selain ke­nya­manan dan keselamatan, ke­mampuan masyarakat untuk membeli tiket kereta api juga per­lu menjadi pertimbangan.

“Buat saya bukan kelasnya, kelas ekonomi atau bukan, tapi yang penting masyarakat ha­rus mampu membayar tiket kereta api,” katanya seraya menambah-kan bahwa subsidi terhadap transportasi masih pen­ting.

Terkait dengan alasan kereta ekonomi yang sering mogok, Hatta menganjurkan untuk mem­­perbaikinya.

“Yang paling pen­ting, jangan sampai membuat masya­rakat tidak mampu mem­bayar tiket un­tuk naik kereta,” kata menteri dari PAN itu.

Sebelumnya, Kepala Humas PT KAI Mateta Rizalulhaq me­ngatakan, alasan pihaknya me­narik kereta kelas ekonomi ka­rena alasan keselamatan. Sebab, kereta ekonomi yang ada saat ini umurnya sudah tua dan rata-rata buatan tahun 1974.

“Suku cadangnya sudah tidak ada dan sering mogok, makanya kami tarik,” katanya.
Sedangkan untuk masalah tarif yang sekarang dikeluhkan, itu bisa dibicarakan. “Itu tinggal pembicaraan dengan peme­rin­tah,” imbuhnya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya