Berita

AMBULANS GAWAT DARURAT/IST

Olahraga

Dinkes DKI Mau Tambah 10 Unit Ambulans Gratis

RABU, 27 MARET 2013 | 20:49 WIB | LAPORAN:

Dinas Kesehatan DKI Jakarta pada tahun ini akan menambah sebanyak 10 unit Ambulans Gawat Darurat (AGD) lagi agar pelayanan kebutuhan kesehatan warga ibukota dapat ditingkatkan.

Jumlah yang ada saat ini yakni sebanyak 30 unit ambulans gratis, menurut Kepala AGD Dinkes DKI John Marbun,     masih belum memadai. Apalagi sekarang sudah ada layanan KJS dan Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT) 119. Ia menjelaskan, setiap ambulans juga dilengkapi dengan fasilitas perlengkapan pasien gawat darurat sehingga bisa segera menolong pasien kritis sampai di rumah sakit.

Untuk menikmati layanan gratis ini, warga DKI yang membutuhkan, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu, cukup melampirkan KTP DKI Jakarta. Jika tidak memiliki KTP DKI, warga cukup menyertakan kartu keluarga (KK) dan surat keterangan domisili dari pengurus RT/RW setempat. Adapun Pemesanan layanan AGD Dinas Kesehatan DKI dapat melalui sambungan telepon di nomor 118 atau 021-65303118, 65302940 dan 44794062. Sedangkan titik sebaran 30 unit ambulans
gratis tersebut di antaranya berada di RS Tarakan, Kecamatan Jatinegara, Kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Puskesmas Pasar Rebo, RS Pasar Rebo, RS Fatmawati, Puskesmas Kebayoran Lama, Puskesmas Cilincing, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

gratis tersebut di antaranya berada di RS Tarakan, Kecamatan Jatinegara, Kantor Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Puskesmas Pasar Rebo, RS Pasar Rebo, RS Fatmawati, Puskesmas Kebayoran Lama, Puskesmas Cilincing, Dinas Pemadam Kebakaran, serta Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

”Jumlah ambulans yang kita tempatkan bervariasi, ada yang satu unit atau dua unit. Tergantung kebutuhan saja. Setiap hari AGD bisa melayani 20 hingga 50 layanan,” kata John di Jakarta, Rabu (27/3).

AGD Dinas Kesehatan DKI sendiri telah mengantongi sertifikat ISO 9001:2008 dan berstandar internasional. Sehingga pelayanan yang diberikan ke masyarakat tentunya akan maksimal dan sesuai standar internasional. Tak hanya itu, seluruh petugas medisnya pun telah memiliki sertifikat keahlian dan keterampilan di bidang medis.[wid]


Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya