Berita

TRIYATNO/IST

Olahraga

Operasi Lutut, Triyatno Istirahat Enam Bulan

RABU, 27 MARET 2013 | 20:10 WIB | LAPORAN:

Operasi miniscus atlet angkat besi Indonesia, Triyatno, berjalan sukses. Kini, peraih medali perak Olimpiade London 2012 itu harus istirahat selama empat sampai enam bulan untuk pemulihan.

Dengan demikian, Triyatno bakal absen di SEA Games 2013 Desember mendatang. Triyatno menjalani operasi miniscus pada kedua lututnya di Rumah Sakit Premier Bintaro, Jakarta, Selasa lalu.  Miniscus pada kedua lututnya mengalami penipisan akibat terjadinya pergesekan.

Ketua Sports Medicine Team yang menangani cedera Triyatno, dr Andi Kurniawan pada keterangannya Rabu malam (27/3) mengatakan, operasi Triyatno bukan solusi akhir atas masalah cedera lututnya. Proses rehabitlitasi pascaoperasi penting sehingga nantinya Triyatno dapat kembali berprestasi.


"Untuk mendapat hasil maksimal, Triyatno akan kami tangani secara multidisiplin. Ini sangat diperlukan mengignat Triyatno merupakan atlet elit bangsa yang berpotensi untuk meraih emas di Olimpiade 2016," kata Andi, yang juga dokter tim kontingen Indonesia di Olimpiade London.

Siang harinya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo yang membesuk, bersyukur karena operasi Triyatno, yang pekan lalu diganjar penghargaan Inspiration Award dari Rakyat Merdeka Online, berjalan dengan lancar.

"Saya juga berterima kasih atas pihak-pihak yang ikut membantu, sehingga proses pengobatan tidak ada hambatan, termasuk pihak asuransi," katanya.

Roy tidak akan memaksa Triyatno untuk tampil pada gelaran SEA Games Myanmar 11-22 Desember. "Karena proses pemulihan bisa memakan waktu empat sampai enam bulan, jadi kita nggak boleh memaksakan. Usia Triyatno pun masih muda, dan masa depannya masih panjang," kata Roy.

Roy optimis jika pemulihan Triyatno berlangsung dengan baik, maka dia akan segera turun di ajang yang terdekat yakni Asian Games 2014.

"Dengan kondisi fisik yang oke, maka diharapkan prestasi bagusnya seperti di London 2012 bisa terulang, apalagi banyak event yang sudah menunggu di depan mata, termasuk Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil, 2016," ujar pakar telematika itu.[dem]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya