Berita

ilustrasi, konstruksi

Bisnis

Bos KPPU: Tender Konstruksi Paling Banyak Menyimpang

RABU, 27 MARET 2013 | 08:03 WIB

Komisi  Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencatat tender proyek konstruksi paling banyak menyimpang.

Ketua KPPU Nawir Messi meng­ungkapkan, sepanjang pe­riode 2006-2012 pihaknya telah menangani 173 perkara.

“Dari ka­­sus itu 76 perkara atau 46 per­sen terkait perkara kartel dan pe­nyalahgunaan po­sisi, 97 per­kara atau 56 persen kasus per­se­kong­kolan tender pengadaan ba­rang dan jasa,” kata Nawir da­lam jumpa pers di Jakarta, ke­ma­rin.


Dalam kasus kartel, lanjut­nya, bebe­rapa kasus terbukti me­­la­ku­kan pelanggaran. Salah satunya kasus kartel penetapan harga pe­san singkat (SMS) oleh operator. Hasil penyelidikan, dari praktik tersebut konsumen diperkirakan mengalami keru­gian sekitar Rp 1,6 triliun sam­pai Rp 1,9 triliun.

Sementara untuk perkara per­se­kongkolan tender pengadaan ba­rang dan jasa, Nawir mene­rang­­kan, dari 97 perkara, 75 per­­kara diantaranya atau 75 persen ter­bukti melakukan per­­sekong­ko­lan. Nilai proyek itu Rp 8,6 triliun. 

“Tender proyek itu gabungan dari proyek swasta dan BUMN. Se­bagian proyek itu meng­­gu­nakan Anggaran Penda­patan dan Be­lanja Negara (APBN) dan APBD,” jelasnya.

Rinciannya, 24 perkara tender proyek APBN Rp 6,6 triliun, 36 perkara proyek APBD sebesar Rp 1,6 triliun dan 15 perkara ten­der di BUMN atau BUMD se­besar Rp 400 miliar.

Nawir menilai, dari kasus itu memperlihatkan kejahatan di sek­tor ekonomi sudah menjadi ke­nya­taan. Dia mengapresiasi ke­beradaan Undang-Undang No­mor 5 Tahun 1999 Tentang Lara­ngan Praktek Monopoli dan Per­saingan Usaha Tidak Sehat. Me­nurutnya, peraturan itu bisa men­cegah agar persaingan bisnis ti­dak saling mematikan.

Karena itu, pihaknya sudah men­jalin kerja sama de­ngan Ke­polisian dan Kejaksaan. Me­nu­rutnya, bila ada pelaku usa­ha ti­dak menjalankan putu­san, maka bisa diproses aparat pe­negak hu­­kum.

Pengamat jasa konstruksi Su­listyo Sidharto Mulya tidak kaget mendengar laporan KPPU. 

“Per­sekongkolan tender di pro­yek kons­truksi bukanlah infor­masi baru. Karena praktik itu su­dah terjadi sejak puluhan tahun lalu,” katanya.

Dia menilai, per­sekong­kolan jahat itu terus berulang ka­rena ada pihak yang diun­­tungkan.

Menteri BUMN Dahlan Iskan bahkan pernah menyebut 70 per­sen proyek BUMN konstruksi menyimpang. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya