Berita

ilustrasi, Baja

Bisnis

Perekonomian Tumbuh, Industri Baja Makin Sulit Berkembang

RABU, 27 MARET 2013 | 07:59 WIB

Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia mengaku kondisi baja nasional diperkirakan mulai membaik meskipun pertum­buhannya masih sangat kecil pada kuartal I tahun ini.

Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia Edward Pinem mengakui, kondisi ini berbeda dengan tahun lalu. Ketika itu kondisi industri baja regional tertekan oleh krisis yang melanda Eropa dan China. Krisis tersebut membuat permintaan dan pasokan baja tidak seimbang sehingga membuat harganya jatuh.

“Krisis ini juga meng­akibat­kan kinerja perusahaan baja re­gional seperti Malaysia dan Thai­land sangat tertekan dan me­ng­alami kerugian. Bahkan di Thai­land tidak mampu berpro­duksi dan baru beroperasi lagi pa­da 2013 setelah menyelesaikan per­soalan keuangannya,” kata­nya, kemarin.


Edward mengatakan, salah satu faktor perbaikan industri baja nasional dipengaruhi pertum­buhan ekonomi yang stabil. Kondisi tersebut membuat permintaan baja tum­buh sekitar 10 persen.

Dia mengatakan, industri baja di Indonesia sebagian besar dikon­sumsi untuk sektor properti dan infra­struk­tur, se­dangkan untuk oto­motif masih terbatas. Sementara di negara lain seperti Thailand industri baja banyak dikonsumsi oleh otomotif.

“Setidaknya in­dustri baja mereka dipergunakan juga untuk jaringan industri otomotif di luar negara tersebut,” ucapnya.

Sedangkan di Indonesia, mes­kipun pertumbuhan infra­struktur demikian pesat namun karena basis pendanaannya dari pinja­man luar negeri, maka komponen baja yang dipergunakan juga berasal dari negara pemberi pinjaman. Hal ini yang membuat industri baja sulit berkembang meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan mencapai 7 persen tahun ini.

Menghadapi kondisi yang tidak menguntungkan tersebut, Edward mendesak pemerintah segera mengeluarkan kebijakan untuk memberikan perlindungan kepada industri baja di dalam negeri seperti dila­kukan di se­jumlah negara.

“Perlindungan itu sangat pen­ting di tengah-tengah kondisi in­dustri baja dunia yang saat ini masih mengalami tekanan seba­gai dampak krisis ekonomi di Eropa dan China,” jelasnya.

Edward mengatakan, pasar baja di Indonesia sangat terbuka di­banding negara-negara tetang­ga seperti Malaysia, Thailand dan Vietnam yang justru memberikan perlindungan sangat ketat terha­dap industri baja di dalam negerinya.

Menurut dia, puluhan hingga ratusan importir baja yang tidak memiliki industri di dalam negeri (hanya sebagai trader) dengan mudah memasukkan baja impor ke pasar Indonesia sehingga membuat harga tidak stabil. Per­lindungan yang diberikan peme­rintah kepada industri baja ba­rulah pemberian label SNI (Stan­dar Nasional Indonesia).

Sebelumnya, akibat mekanis­me impor tentang verifikasi ba­han baku besi bekas, pertum­buhan industri logam dasar besi dan baja hingga akhir 2012 ha­nya mencapai empat persen.

Menurut Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Ke­menterian Per­industrian (Ke­men­­perin) Pang­gah Susanto, pada 2012, sektor in­­dustri logam dasar besi dan baja tum­buh 13 persen dan mem­beri­kan kontri­bu­si ter­besar ter­hadap pertum­buhan in­dustri manufaktur yang mencapai 6,8 persen.

Dengan mekanisme impor me­ngenai verifikasi bahan baku besi bekas scrap, menurut dia, per­tumbuhannya mencapai em­pat persen dan mempengaruhi rea­lisasi pertumbuhan industri ma­nufaktur yang mencapai 6,7 per­sen sampai akhir tahun ini. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya