Berita

PT Petikemas Indonesia (PI)

Bisnis

Petikemas Indonesia Tangani Bongkar Muat 111 Pelabuhan

Bakal Digenjot Jadi Pengelola Terminal Terbesar
SELASA, 26 MARET 2013 | 08:00 WIB

PT Petikemas Indonesia (PI) ditargetkan akan menjadi perusahaan pengelola terminal petikemas terbesar kelima di dunia.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, PT PI akan menangani arus bongkar muat pada 111 pelabuhan di seluruh Indonesia.

“Pembentukan PT PI sedang dalam proses yang diharapkan rampung dalam dua pekan mendatang,” kata Dahlan di Jakarta, kemarin.


Saat ini, kendala yang dihadapi adalah belum rampungnya pengurusan berbagai syarat dalam pembentukan perusahaan tersebut. Menurutnya, pembentukan perusahaan PT PI yang merupakan anak usaha PT Pelindo itu memang agak sulit.

Tapi, kata bekas dirut PLN itu, ini harus diselesaikan agar langsung dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dalam mengelola pelabuhan.

Pembentukan PT PI ini merupakan bagian dari rencana PT Pelindo untuk mengembangkan terminal petikemas di seluruh Indonesia. Syarat-syarat pembentukannya harus dipenuhi mulai dari notaris, nomor pokok wajib pajak, pembukaan rekening perusahaan, setoran modal hingga pembentukan neraca awal perusahaan.

Ditanya berapa besar modal yang dikeluarkan, Dahlan belum mau merinci. Dia hanya bilang, PT PI akan menjadi anak usaha PT Pelindo I-IV sehingga permodalan akan disuntik dari masing-masing pemegang saham.

“Pemegang sahamnya Pelindo I-IV. Para direktur utamanya akan menjadi komisaris, sedangkan yang menjadi direktur utama akan dipilih dari direksi yang terbaik saat ini,” ujarnya.

Selanjutnya, PT PI akan bekerja sama dengan seluruh pelabuhan petikemas di seluruh Idonesia, di antaranya, Jakarta, Surabaya dan Batam.

Untuk tahap awal, PT PI segera mengelola Terminal Petikemas New Priok, Kalibaru, yang pembangunannya baru diresmikan Presiden SBY, Jumat, (22/3). Dengan investasi sekitar Rp 22,6 triliun, Terminal Petikemas Kalibaru ini diharapkan mulai beroperasi pada 2014. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya