Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan CEO RMOL Network Teguh Santosa/RMOL
Gubernur Joko Widodo datang agak terlambat. Ketika mantan Walikota Solo itu memasuki Istana Ball Room di lantai empat Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta tempat perhelatan Malam Budaya Rakyat Merdeka, kemarin malam (Rabu, 20/3), kelompok musik D'Guru sedang menyanyikan lagu Dolanan Rakyat.
Kehadiran Jokowi yang bersahaja, mengenakan celana hitam dan kemeja putih bertangan panjang yang dibiarkan terurai keluar dari celana, seakan pas dengan tema lagu yang dinyanyikan. Suasana di dalam ruangan yang sudah lebih dahulu hangat dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional dan politisi semakin hangat ditambah kehadiran Jokowi.
Dengan senyum dan gerak tubuhnya yang khas, kikuk dan seakan malu-malu, Jokowi langsung duduk di tempat yang telah disediakan untuk dirinya, yakni di sebelah kanan pendaki tunadaksa Indonesia yang juga dari Solo, Sabar Gorky. Jokowi langsung menyapa Sabar yang prnah ditemuinya beberapa tahun lalu di bandara di Solo.
Sejurus kemudian ia menyapa Direktur Utama Jamsostek Elvyn G Masassya yang duduk di sebalah kiri Sabar. Lalu, ia kembali terkejut waat menyadari Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo pun duduk satu meja bundar dengannya.
Selesai Jokowi betukar sapa dengan Roy Suryo, seorang ajudannya yang sejak sore hari telah menunggu jalannya perhelatan mendatangi Jokowi dan membisikkan bahwa di dua meja bundar utama masih ada sejumlah tokoh lain yang harus disapa.
sambil terus tersenyum-senyum Jokowi berjalan menundukkan tubuhnya melintasi kursi-kursi pengunjung lain menuju meja bundar di tengah. Orang pertama yang disalamnya di meja itu adalah Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid. Lalu Okke Hatta Rajasa, kemudian Ketua MPR RI Taufiq Kiemas, Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, pendiri Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihsa Mahendra, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Husni Kamil Manik dan Pemimpin Umum
Rakyat Merdeka Online Teguh Santosa.
Selesai menyapa orang-orang di meja bundar di tengah, Jokowi kembali ke tempat duduknya dan dengan tekun mengikuti acara Malam Budaya Rakyat Merdeka itu.
Jokowi adalah salah seorang penerima tropi Manusia Bintang untuk kategori Democracy Award yang diserahkan Rakyat Merdeka Online pada Malam Budaya itu. Menurut Teguh Santosa, penghargaan itu sebenarnya diberikan satu paket dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang berhalangan hadir karena tidak sedang berada di Indonesia.
"Jokowi dan Fauzi Bowo telah menampilkan permainan yang menarik dalam kompetisi politik di Jakarta tahun lalu. Terlepas dari pertarungan yang begitu intens, begitu pemilihan berakhir kita menyaksikan penutupan yang membahagiakan," ujar Teguh. "Kedua tokoh ini menurut saya telah menampilkan permainan yang menarik dalam kompetisi politik. Sikap mereka patut dijadikan
benchmark dalam kompetisi-kompetisi politik di lain daerah, terlebih di level nasional," sambungnya.
Jokowi tetap saja tampil "kikuk" malam itu hingga dirinya dipanggil ke panggung utama untuk menerima tropi Manusia Bintang.
Usai menerima kalungan kain ikat tenun dan tropi Manusia Bintang dari Teguh ia terlihat ragu-ragu menuju podium.
"Demokrasi," katanya diikuti senyap beberapa detik yang dipecahkan oleh tawa dan tepuk tangan pengunjung yang memadati Istana Ball Room.
Lalu sambungnya:
"Demokrasi itu harus mendengar. Demokrasi itu harus mensejahterakan. Demokrasi itu bisa menghidupi. Terima kasih," katanya lagi sambil langsung
ngeloyor meninggalkan podium menuju ke sisi Menkop UKM Syarif Hasan yang sudah lebih dahulu menerima tropi Manusia Bintang.
Adapun hadirin kembali terdiam beberapa detik, sebelum akhirnya lagi-lagi memecah tawa dan bertepuk tangan untuk Jokowi.
[dem]