.PT Jakarta Monorail dinilai kalah gesit dengan PT Adhi Karya dalam membangun proyek monorail. Gubernur DKI Jakarta Jokowi diharapkan memberikan kepastian pelaksanaan pembangunan monorail di dalam ibukota yang sampai kini masih terbengkalai.
PT Adhi Karya akan segera meÂlaksanakan pembangunan monoÂrail tahap II. Pelaksanaan pemÂbangunan hanya tinggal meÂnunggu izin.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengatakan, PT Adhi Karya meÂmiliki keinginan yang kuat ingin bisa segera membangun moÂÂnoÂrail. Menurutnya, konsorÂsium kini sedang menanti izin PeÂratuÂran Presiden (Perpres) untuk meÂlaÂkukan pembangunan.
“Dirutnya Adhi Karya mau berÂÂjuang selama satu bulan daÂpatÂkan Perpres, tinggal satu minggu lagi. Kita lihat saja dulu perÂjuaÂnganÂnya,†kata Dahlan seusai RaÂpim di Gedung PLN PuÂsat, JaÂkarta, kemarin.
Jika Perpres tersebut tidak kunÂÂÂjung didapat, lanjutnya, piÂhaknya akan mencoba mencari jalan lain agar proyek tersebut dapat berjaÂlan. Karena pembaÂngunan butuh dilakukan secepatÂnya agar keÂmacetan di ibukota bisa terurai.
Diungkapkannya, dalam waktu konsorsium akan segera menamÂpilkan
prototype monorel karya PT INKA (Persero) di depan KeÂmenterian BUMN. Langkah ini untuk memperkenalkan monorel kepada masyarakat.
Adhi Karya bersama sejumlah BUMN lain menawarkan pengÂembangan monorail rute baru tahap II. Rute tersebut meliputi daerah Tangerang, Bekasi, dan Cibubur.
Pembangunan lintas daerah ini diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar Rp 8,4 triliun.
Selain rute itu, PT Adhi Karya juga menyatakan kesiapannya mengambil alih pembangunan monorail di Jakarta yang digarap PT Jakarta Monorail yang samÂpai kini masih terbengkalai.
CorpoÂrate Secretary Adhi Karya Amrozi Hamidi mengaku, pihaknya akan terus memantau perÂkembangan pembayaran tiang pancang monorail.
“Nanti kalau satu bulan terleÂwati dan enggak ada tanggapan dari PT Jakarta Monorail berarti tiang itu masih punya ADHI, jadi kita enggak perlu ambil alih tinggal melanjutkan. Kan sudah ada tiangnya,†Kata Amrozi.
PT Adhi Karya sempat berÂkongsi dengan PT Jakarta MoÂnoÂrail membangun monorail di daÂlam ibukota dengan rute anÂtara lain kawasan Kuningan-Grogol. Namun BUMN bidang inÂfraÂstrukÂtur ini akhirnya mengÂÂunÂdurkan diri dan meÂminta perÂganÂtian biaya pemÂbaÂngunan tiang panÂcang yang teÂlah dilaÂkukanÂnya.
Pengamat transportasi dari Masyarakat Transportasi IndoÂneÂÂsia (MTI) Darmaningtyas mengÂapreÂsiasi semangat PT Adhi Karya membangun MonoÂrail. “Saya tidak ragu karena meÂmang perusahaan itu sudah berÂpengaÂlaman membangun infaÂstruktur. Saya harapkan pemÂbangunan bisa tepat waktu†kata DarÂmaÂningtyas.
Dia mempertanyakan kelanÂjutan pembangunan monorail taÂhap pertama. Dia melihat, pemÂbangunan tidak ada perkemÂbaÂngan yang signifikan.
Untuk itu, pihaknya meminta Jokowi bersiÂkap tegas. Gubernur harus bisa pastikan kapan pemÂbangunan diÂmulai. Bila PT JaÂkarta Monorail tidak siap, menuÂrut dia, sebaikÂnya dialihkan ke pihak lain yang lebih siap.
Darmaningtyas ragu PT JaÂkarta Monorail bisa melaksanaÂkan pembangunan tepat waktu. Buktinya, hingga kini masaÂlah pembayaran tiang pancang keÂpada Adhi Karya berlarut-larut.
Sementara, Juru Bicara PT Jakarta Monorail Bovananto saat ingin dikonfirmasi mengenai peÂnilaian tersebut telpon selularÂnya tidak diangkat dan SMS tidak dibalas.
Bovananto sebelumnya memÂbantah proses pembangunan moÂnorail tidak ada perkembangan stagnan. Menurutnya, progres pemÂbangunan cukup positif. NaÂmun tidak semua informasi bisa disampaikan ke publik. Ada perÂkembangan yang harus dijaga privasinya. [Harian Rakyat Merdeka]