Krisis bawang putih diharapÂkan ke depan tidak terjadi lagi. Pasalnya kelangkaan dan mahalÂnya komoditas tersebut dinilai teÂlah mencoreng harga diri bangsa.
Ketua Umum Himpunan KeruÂkunan Tani Indonesia (HKTI) Oesman Sapta mengatakan, seÂmua negara di dunia mengetahui Indonesia negara agraris. SebaÂgian besar komoditas pangan mudah di Tanah Air.
“Sering melonjaknya harga pangan di negeri ini, belakangan krisis bawang putih tentu meÂmaÂlukan bangsa ini. Masa negara agraris alami krisis pangan,†kata Oesman kepada Rakyat Merdeka di sela-sela Rapimnas HKTI di Jakarta, akhir pekan lalu.
Oso-panggilan akrabnya meliÂhat, salah satu pemicu krisis baÂwang akibat praktik kecuraÂngan yang dilakukan sekelompok orang. Pasalnya, mahalnya harga bawang tidak berdampak terhaÂdap kesejahteraan petani. Harga jual bawang mereka tidak alami perubahan. Pemerintah gagal meÂlaksanakan tugasnya melakukan pengawasan. Dia menuntut, peÂmerintah segera membenahinya.
Selain itu, Oso menuntut peÂmeÂrintah berupaya lebih keras menggurangi ketergantungan impor. Petani di dalam negeri haÂrus diberdayakan. Berikan petani modal dan bimbingan agar pertaÂnian bangsa ini bisa maju. Bila perlu, pemerintah memberiÂkan laÂhan. Karena, menurutnya keÂterÂbatasan lahan saat ini sudah menÂjadi persoalan krusial yang meÂnyebabkan produksi dalam negeri tidak berkembang sigÂnifican.
Harga baÂwang selama dua peÂkan lalu naik berkali-kali lipat. Harga bawang putih menebus Rp 80 ribu per kilogram (kg). Harga bawang merah Rp 60 ribu per kg.
Padahal harga normal kedua jenis bawang itu Rp 10 ribu sampai 15 ribu per kg.
Untuk menstabilkan harga, pemerintah menambah pasokan bawang ke pasar.
Menteri PerdaÂgangan (Mendag) Gita Wirjawan kemarin melakukan sidak ke ke Pasar Wonokromo di Jawa TiÂmur, mengecek harga. Di pasar itu harga bawang sudah alami penuÂrunan. Parti, pedagang saÂyur, mengungkapkan, harga baÂwang Rp 35 per kg. Harga tersebut turun 15 ribu dari sebelumnya Rp 50 ribu per kg.
Gita sidak didampingi GuberÂnur Jawa Timur Soekarwo. Gita yakin penurunan harga bawang dampak dari keluarnya beberapa kontainer bawang dari Terminal Petikemas Surabaya (TPS). Dia mengatakan, masih ada ratusan kontainer berisi bawang putih lagi yang akan dikeluarkan. Saat ini masih menunggu importir melengkapi dokumen RekoÂmenÂdasi Impor Produk Hortkultura (RIPH) dan Surat Persetujuan Impor (SPI). [Harian Rakyat Merdeka]