Berita

ilustrasi, Elpiji 12 Kg

Bisnis

Si Tabung Melon Langka, Buruan Gelar Operasi Pasar

Dampak Rencana Pertamina Mau Naikkan Harga Elpiji 12 Kg
SENIN, 18 MARET 2013 | 08:21 WIB

.Meski pemerintah menunda keinginan Pertamina menaikkan harga elpiji 12 kilogram (kg) dengan alasan mengurangi beban masyarakat, tapi dampak dari rencana tersebut telah mengkerek harga dan kelangkaan elpiji 12 kg dan 3 kg di wilayah Jabodetabek.

Budi (30), seorang penjaga toko ritel di daerah Cibinong, Jawa Ba­rat kepada Rakyat Merdeka me­nga­takan, dalam beberapa hari ini stok gas di tempatnya kosong baik un­tuk elpiji 12 kg dan elpiji 3 kg.

Menurutnya, kekosongan stok ter­sebut karena dari agennya tidak di­kirim. Kelangkaan ini ter­jadi sejak awal Maret terkait ren­cana kenaikan harga elpiji 12 kg.


Selain langka, kata Budi, dam­pak dari rencana tersebut juga me­naikkan harga elpiji 12 kg dan 3 kg. “Meski ada (elpiji 12 kg) har­­ganya saat ini sudah mencapai Rp 80 ribu per tabung. Padahal har­ga dari agennya sekitar Rp 70 ribuan per tabung,” katanya.

Hal yang sama terjadi pada gas elpiji 3 kg. Akibat kelangkaan gas non subsidi tersebut, si tabung melon juga ikutan langka karena banyak diburu. Bahkan, saat ini har­ganya ikutan naik jadi Rp 14 ribu per tabung. Sedangkan harga dari agen Rp 13 ribu per tabung dan pasokannya sangat sulit.

Budi mengaku setiap toko di­be­rikan jatah hanya beberapa ta­bung saja dari agen. Kondisi ini menye­babkan banyak toko ke­habisan stok. Bahkan, sesama toko harus rebutan untuk bisa memperoleh stok dari agen.

“Harga elpiji me­mang tidak jadi naik, tapi di la­pangan sudah naik karena ada yang memainkan stok,” ujarnya.

Hal serupa terjadi di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan. Cici (36), penjaga toko menga­ta­kan, meski pemerintah menun­da kenaikan harga elpiji 12 kg, tapi harganya sudah naik Rp 20 ribu per tabung. Saat ini harga el­piji 12 kg per tabungnya sudah Rp 98 ribu. Padahal sebelumnya ha­nya Rp 73 ribu.

Harga elpiji 3 kg juga ikut naik menjadi Rp 13 ribu-14 ribu. Cici mengaku, sejak ada wa­cana ke­naikan harga, banyak orang yang mencari elpiji 3 kg. Dia mengaku tidak bisa mela­rang orang yang membeli elpiji 3 kg.

Ketua Umum Pengusaha War­teg Mukroni mengaku saat ini pi­haknya kesulitan mencari elpiji 3 kg. Selain langka, harganya pun naik. Untuk itu, dia meminta pemerintah segera melakukan operasi pasar untuk mengen­dalikan harga.

Anggota Komisi VII DPR Rofi’ Munawar mengatakan, pe­merintah dan Pertamina harus menginventarisasi daerah-daerah yang mengalami kenaikan dan kelang­kaan. Kemudian melaku­kan kebijakan intervensi pasar agar konsumen tidak dirugikan karena kenaikan harga elpiji.

Menurutnya, perlu ada sistem monitoring yang akurat dengan strategi distribusi yang tepat sa­saran. Kelangkaan terjadi akibat agen dan distributor nakal  mela­kukan penimbunan untuk me­ngambil keuntungan sepihak dari rencana kenaikan elpiji  12 kg.

“Kalau kelangkaan elpiji 3 kg terjadi karena perpindahan peng­gunaan elpiji 12 kg,” jelasnya.

Direktur Pembinaan Usaha Hi­lir Kementerian Energi dan Sum­ber Daya Mineral (ESDM) Umi Asngadah menegaskan, pi­hak­nya akan berkoordinasi de­ngan Per­tamina untuk menga­wasi penjual­an elpiji 12 kg di lapangan.

Dia juga heran kenapa harga elpiji 12 kg bisa naik dan langka di lapangan, padahal pemerintah sudah menunda rencana kenaikan harga. “Seharusnya belum naik, kita akan mengawasinya,” kata Umi kepada Rakyat Merdeka, Jumat (15/3).

Sedangkan untuk elpiji 3 kg, menurut dia, seharusnya harga­nya tak melebihi harga eceran ter­ting­gi (HET) yang ditetapkan daerah. Karena itu, daerah harus me­nge­cek dan mengendalikan harga. 

Terkait rencana pemberla­kuan distribusi tertutup elpiji 3 kg, pi­haknya menunda kebijakan terse­but sam­pai ada aturan jelas. Saat ini memang sudah ada aturannya, tapi belum tegas disebutkan siapa yang berhak memperoleh elpiji 3 kg. “Dalam aturan disebutkan untuk rumah tangga dan usaha mikro,” jelas Umi.

Sebelumnya, Menko Per­eko­nomian Hatta Rajasa mene­gaskan, pemerintah belum bisa menyetujui keinginan Pertamina untuk me­naikan harga elpiji 12 kg. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya