Berita

Olahraga

PSSI Undang Nurdin Halid ke Kongres

SABTU, 16 MARET 2013 | 11:20 WIB

. PSSI selaku panitia pelaksana mengundang mantan Ketua Umum Nurdin Halid untuk hadir dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta, Minggu (17/3).

Ketua panitia pelaksana KLB PSSI Hadiyandra mengatakan, selain mengundang Nurdin Halid, maka pihaknya juga mengundang beberapa mantan ketua umum lain yang saat in masih ada.

"Kami juga mengundang Pak Maulwi Saelan, Pak Azwar Anas dan Pak Agum Gumelar. Selain itu kami juga mengundang Menpora, Ketua Umum KONI dan KOI," katanya, Sabtu (16/3).


Jika Nurdin Halid memenuhi undangan, bisa dipastikan KLB PSSI di Hotel Borobudur ini merupakan agenda resmi pertama yang dihadiri oleh pria asal Makassar ini setelah dilengserkan dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI.

Menurut dia, diundangnya mantan Ketua Umum PSSI bukan tanpa alasan. Para mantan ketua umum ini merupakan orang-orang yang telah berjasa dalam perkembangan sepak bola Indonesia.

"Undangan kepada mereka sudah kami kirim. Selain itu kami juga mengundang Gubernur DKI Jakarta maupun Kapolda DKI," kata Hadiyandra menambahkan.

Pria yang juga menjadi Sekjen PSSI ini menambahkan pihaknya mengundang pula pihak AFC dan akan diwakili Jeysinh Muthiah dan James Kitching, sedangkan dari FIFA akan dihadiri oleh Marco Leal dan Costakiskoutsokoumnis.

KLB PSSI yang merupakan perintah FIFA ini akan dihadiri 100 pemilik suara sesuai KLB Solo 2011 yang terdiri atas perwakilan pengurus provinsi (pengprov) PSSI, klub ISL, Divisi Utama, Divisi I, Divisi II serta perwakilan klub Divisi III. Ada pun agenda KLB yang dibahas adalah sesuai dengan Nota Kesepahaman (MoU) Kuala Lumpur, 7 Juni 2012 diantaranya adalah revisi statuta, penggabungan liga serta pengangkatan kembali empat anggota Komite Eksekutif PSSI.

Jika KLB ini tidak berjalan dengan lancar, peluang Indonesia mendapatkan sanksi dari FIFA cukup terbuka. Ada pun batas akhir dari federasi sepak bola dunia terkait penyelesaikan polemik persepakbolaan nasional adalah 20 Maret nanti.[ant/wid]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya