KaÂmar Dagang Dan Industri (KaÂdin)
Konflik antara pengurus KaÂmar Dagang Dan Industri (KaÂdin) Pusat dan Kamar Dagang Industri Daerah (Kadinda) maÂkin panas. Dewan Pertimbangan Kadin meÂngaÂbulÂkan permintaan pengurus daerah yang meminta agar digelar MuÂsyaÂwarah NasioÂnal Luar BiaÂsa (MuÂÂnaslub) untuk mengÂatasi konÂÂflik internal. Kursi Ketua Umum Kadin Suryo BamÂbang Sulisto pun terancam.
Ketua Dewan Pertimbangan KaÂÂÂdin Oesman Sapta Odang meÂngÂÂaku hanya merespons perÂminÂtaan pengurus daerah. Sebab, mereka punya hak untuk mengÂgelar Munaslub.
“Tugas saya hanya menamÂpung dan mendengar aspirasi KaÂdin Daerah (Kadinda). Setelah berÂÂÂtemu dan kami pelajari, terÂnyata memang ada hal yang tidak sreg antara Kadin Pusat dan DaeÂrah,†kata Oesman kdi Jakarta, Kamis (14/3).
OSO, panggilan akrab OesÂman mengatakan, Munaslub buÂkan forum haram dan tidak berÂtujuan untuk menjatuhkan orang lain. NaÂmun, untuk memperÂbaiki kiÂnerÂja Kadin.
Menurutnya, pada MuÂnaslub nanti, posisi Dewan PemÂbina seÂbagai penengah saja. BerÂbagai perÂsoalan diserahkan keÂpada foÂrum Kadin Provinsi.
Ketua Forum Kadin Provinsi Se-Indonesia Nur Achmad AffanÂdi menjelaskan, Munaslub renÂcaÂnanya digelar akhir Maret 2013. Waktu peÂnyeÂlenggaÂran itu, kata dia, merupakan hasil pertemuan Kadinda dengan Dewan PerÂtimÂbangan KaÂdin Pusat.
“Kami akan meÂlaÂkuÂÂkan MuÂnaslub secepatnya. Ini dilaÂkukan untuk meminta perÂtanggung jaÂwaban kinerja dari pengurus KaÂdin Pusat,†teÂrangÂnya. Dia mengÂÂklaim, 24 dari 30 KaÂdinda sudah setuju Munaslub.
Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Yogyakarta Sukamto memÂÂÂÂÂÂprotes renÂcana MuÂnasÂlub kaÂrena terlalu dipakÂsakan. Dia mengangÂgap, rapat Kadin yang memutusÂkan Munaslub tidak meÂwaÂkili asÂpirasi pengurus DeÂwan perÂtimÂbangan dan KaÂdinda. SeÂbab, raÂpat itu tak diÂhadiri maÂÂÂyoriÂtas angÂgota Dewan PerÂtimbangan dan Dewan PerÂtimÂÂbangan DaeÂrah.
“Seharusnya kalau memang usulan Munaslub akan direaÂliÂsaÂsikan, keputusan itu datang dari miÂnimal dua per tiga Kadin DaeÂrah se-InÂdoÂnesia dan dua per tiga asosiasi se-InÂdonesia,†jelasnya.
Sukamto menegaskan, MunasÂlub memang tidak haram digelar. Tetapi prosesnya harus mengiktui tata cara yang berlaku.
Suryo yang dikonfirmasi
RakÂyat Merdeka soal rencana MuÂnaslub baik via SMS maupun teÂlepon, tidak menjawab.
Sekadar informasi, konflik di Kadin bermula dari sejumlah peÂngurus Kadinda yang tidak puas dengan kinerja kepenguÂrusan KaÂdin Pusat. Kadin Pusat menilai, protes itu tidak tuÂlus, membawa kepentingan poliÂtis untuk mengÂgoyang organisasi. MenindakÂlanjuti konflik itu, Kadin Pusat meÂlakukan pemeÂcatan beberapa pengurus KadinÂda. [Harian Rakyat Merdeka]