Berita

ilustrasi/ist

Otomotif

Kebijakan Ganjil Genap Ganggu Penjualan Mobil

Gaikindo Yakin Kendaraan Roda Empat Tumbuh 1,1 Juta Unit
SENIN, 11 MARET 2013 | 08:12 WIB

.Regulasi pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap dipastikan sulit terealisasi, karena sejumlah persoalan teknis belum diselesaikan. Namun, jika kebijakan ini berjalan, diramal akan mempengaruhi penjualan mobil, khususnya di kota Jakarta.

Pengamat otomotif Suhari Sargo menilai, meski tidak besar, kebijakan pelat nomor ganjil genap tetap akan berdampak pada penjualan mobil.

“Kemungkinan bisa dua. Per­tama, penjualan mobil di Jakarta menurun karena banyak yang naik angkutan umum atau pen­jualan malah naik, karena orang kaya justru beli mobil lagi de­ngan pelat nomor berbeda. Tapi ke­mung­kinan ini kecil,” kata Suhari me­nanggapi pelat ganjil genap ke­pada Rakyat Merdeka, kemarin.


Vice President Sales and Mar­keting PT Nissan Motor Indo­nesia (NMI) Teddy Irawan me­nilai, pemberlakuan aturan ganjil genap diyakini tidak akan mem­pengaruhi penjualan mobil. Tapi hanya mempengaruhi pola pe­rilaku masyarakat saja.

“Mayoritas penduduk Jakarta dan sekitarnya memiliki satu mobil. Contohnya, hanya punya pelat genap saja. Dia tidak mung­kin beli mobil satu lagi untuk me­menuhi kebutuhan ke kantor,” kata Teddy.

Teddy menambahkan, dengan adanya aturan tersebut, akan membuat orang memilih naik ang­kutan umum. “Mending naik angkutan umum daripada beli mobil lagi,”katanya.

Ketua II Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi pede, diberlakukannya peraturan pelat nomor ganjil ge­nap, tidak otomatis membuat penjualan mobil turun drastis.

“Kita tidak bisa membatasi se­seorang untuk membeli mobil. Yang bisa adalah menggiring mereka untuk menggunakan transportasi umum,” ungkap Yohannes yang juga bos Isuzu Astra Motor Indonesia itu.

Dilanjutkan Yohanes, klau transportasi publik yang nyaman, aman, tepat waktu dan murah, masyarakat akan memilih trans­portasi umum ketimbang meng­gunakan alat transportasi pri­badi, seperti motor dan mobil.

“Langkah pem­benahan trans­portasi publik ini merupakan solusi terbaik dari pada membatasi sese­orang membeli ken­daraan,” ujar Yohanes.

Menurut Yohannes, kebutuh­an seseorang akan kendaraan pribadi memang tergolong pen­ting. De­ngan perekonomian In­donesia yang terus tumbuh se­tiap tahun, maka kebutuhan mobil dan motor akan semakin tinggi.

Tahun lalu, di seluruh Indo­nesia telah laku 7,1 juta motor dan 1,1 juta mobil. Tahun ini, di­perkirakan angka itu dapat dica­pai kembali meski banyak isu negatif mewarnai.

“Selagi kebutuhan seseorang masih tinggi terhadap kendaraan pribadi, kami selaku pelaku bis­nis oto­motif akan terus membuat dan menjual mobil,” tuturnya.

Data Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya menyebutkan, jumlah ken­daraan roda empat di wilayah Jakarta mencapai 2.5.41.351 unit. Sedangkan roda dua mencapai 9.861.451 atau naik 11 persen dari tahun 2012.

Hal itu disinyalir menjadi pe­ny­e­bab utama kemacetan di Ja­karta yang sampai detik ini belum ditemukan solusinya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

KAI Gelar Diskon Tiket Kereta 20 Persen, Cek Syarat dan Ketentuannya

Kamis, 26 Maret 2026 | 22:00

Anwar Ibrahim Lega Kapal Malaysia Bisa Lewat Selat Hormuz

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:58

Jadwal FIFA Series 2026 Timnas Indonesia Lawan Saint Kitts dan Nevis

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:49

Langkah Mundur Letjen Yudi Abrimantyo Sesuai Prinsip Intelijen

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:31

Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:15

Inggris Cegat Kapal Bayangan Rusia, Tuding Putin Raup Untung Minyak dari Perang

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:13

Prabowo Blusukan ke Bantaran Rel Senen, Janjikan Hunian Layak untuk Warga

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:06

Prabowo Harus Berhati-hati dengan Pernyataan Ngawur Bahlil

Kamis, 26 Maret 2026 | 21:01

Fatamorgana Ekonomi Nasional

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:34

“Aku Harus Mati”: Horor tentang Ambisi dan Harga Sebuah Validasi

Kamis, 26 Maret 2026 | 20:20

Selengkapnya