.Pemerintah fokus memperÂbaiki strategi peningkatan proÂduksi garam rakyat tahun ini. Salah satu strategi yang diprioÂritaskan adalah kegiatan dalam Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (Pugar).
Menurut Dirjen Kelautan, PeÂsisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Sudirman Saad, perbaikan tersebut dilaÂkuÂkan seiring tingginya nilai ekoÂnomis yang terkandung dalam koÂmoditi garam yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani garam.
“Tahun lalu kita fokus meningÂkatkan volume produksi. Itu tidak lepas dari target swasembada gaÂram produksi yang akhirnya terÂcapai dan adanya surplus 1,5 juta ton,†kata Sudirman kepada RakÂyat Merdeka di sela-sela rapat RaÂpat Kerja Teknis (Rakernis) KKP 2013 di Bandung, Jumat (8/3).
Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Sudirman meÂngatakan, ada yang perlu diperÂbaiÂki meski adanya surÂplus terÂsebut. Pasalnya, kualitas garam dari surplus tersebut hanya 20 persen yang berkualitas (KW) 1, sisanya 80 persen berkualitas KW 2 dan KW 3.
“Ini yang mesti kita perbaiki. Dengan kualitas garam seperti itu, sulit untuk diserap industri,†ujarnya.
Menurut dia, KKP sebenarnya ingin mendapatkan informasi yang transparan dari KemenÂterian Perindustrian dan KemenÂterian Perdagangan mengenai spek gaÂram industri yang dibuÂtuhkan. Untuk mendapatkan informasi itu, Sudirman mengaku pihaknya teÂlah melayangkan surat perminÂtaan kepada dua kementerian terÂsebut agar kriteria garam yang dibutuhÂkan industri diumumkan.
Dia menjelaskan, KKP sebeÂnarÂnya sudah mengemÂbangkan teknologi tepat guna, yakni TeÂknologi Ulir Filter (TUF). Uji coÂba ini dinilai telah berhasil meÂningkatkan proÂduktivitas hingga 120 ton/hektar/tahun. Kualitas gaÂram juga naik menjadi KW1 (NaCl di atas 97 persen) yang diÂpersyaÂratkan oleh dunia industri serta melakukan penataan lahan tamÂbak garam. Tercatat, potensi lahan usaha garam rakyat di 42 lokasi seluas 31,04 juta hektar.
Kepala Bidang Produksi dan Distribusi Perikanan KemenÂteÂrian Koordinator Perekonomian M Ramli mengatakan, masih baÂnyak potensi lahan garam yang sebenarnya belum dioptimalkan. Karena itu, dia mengajak instansi kementerian terkait bekerja sama memanfaatkan potensi garam yang belum dimanfaatkan itu. “Mari kita bersinergi untuk meÂningkatkan produksi dan kuaÂlitas garam inÂdustri dan konsumsi yang sudah menjadi barang strategis,†ajak Ramli.
Menurut dia, pemanfaatan gaÂram harus dilakukan demi peÂningÂkatan kesejahteraan rakyat dan pembangunan di masa depan.
“Kita harus mewujudkan swaÂsembada. Ini pekerjaan rumah peÂmerintah pusat dan harus berkoÂordinasi dengan pemda agar konÂsepnya terinterigasi dan tidak tumÂpang tindih,†jelasnya. [Harian Rakyat Merdeka]