Berita

Rustriningsih

Wawancara

Rustriningsih: Kesetiaan Itu Masih Punya Nilai Meski Kondisinya Pahit Sekali

MINGGU, 10 MARET 2013 | 08:33 WIB

.Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih tidak bersedia mamakai jalur independen menjadi cagub untuk bertarung dalam Pilkada provinsi tersebut.
“Kemungkinan besar saya bi­sa menang, apa satu atau dua pu­taran. Tapi saya lebih baik menghindar. Ini demi kesetiaan ter­hadap PDI Perjuangan,’’ kata Rustriningsih kepada Rakyat Mer­deka, kemarin.

Seperti diketahui, Rus­tri­ning­sih sudah mengambil for­mulir pencalonan. Tapi DPP PDI Per­juangan memilih Ganjar Pra­no­wo menjadi cagub Jateng.

Rustriningsih selanjutnya mengaku menolak tawaran dari partai lain untuk dijagokan dalam ca­gub. Ini semua demi tetap be­rada di partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

Rustriningsih selanjutnya mengaku menolak tawaran dari partai lain untuk dijagokan dalam ca­gub. Ini semua demi tetap be­rada di partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu.

“PDI Perjuangan bagi saya ada­lah sejarah yang tidak bisa di­renggut begitu saja oleh siapa pun meski kondisi ini sangat pahit,’’ kata bekas Bupati Kebu­men itu.
Berikut kutipan selengkapnya;

Anda kecewa tapi tetap lego­wo?

Saya kecewa, itu sudah pasti. Tapi sebagai kader, saya harus legowo dengan penetapan Ganjar sebagai cagub Jateng.

Apa Anda tidak protes?

Setiap keputusan yang kurang pas, kita tidak harus memprotes. Pimpinan punya kekuatan da­lam menentukan kadernya men­jadi cagub.

Bukankah ini pilih kasih?

Tidak ada istilah itu.

Tapi kalau dari pendapat orang, silahkan. Yang jelas, Mas Ganjar di­pi­lih secara selektif.

Banyak pihak meragukan Gan­jar Pranowo, menurut An­da bagaimana?

Yang tahu tepat tidaknya itu kan rakyat Jawa Tengah. Tapi sa­ya ya­kin DPP akan membe­ri­kan kader ter­baiknya yang sudah teru­ji, ber­sih, bekerja riil demi ke­majuan Jateng.

Bagaimana dengan suara pendukung Anda?

Pilihan mereka bukan untuk membantu calon lain, saya paha­mi ikatan emosional mereka. Inti­nya saya tidak akan menga­rahkan pilihan mereka.

Mereka punya hak memilih calon yang disenanginya.

Apa mereka tidak kecewa?

Dari SMS, BBM atau telepon yang mereka sampaikan terlihat se­kali rasa kecewa yang men­dalam. Mereka sedih, pingsan, histeris begitu dengar saya tidak bisa maju. Para relawan bahkan ada yang sampai shock. Saya mo­hon maaf sebesar-besarnya kepa­da seluruh kader dan simpatisan yang siang-malam membantu dalam perjuangan ini.

Bagaimana Anda menenang­kan pendukung Anda?

Saya hanya bisa kasih mereka du­kungan agar tetap semangat, ka­rena peran mereka sangat di­bu­tuh­kan demi membangun Jawa Te­ngah. Saya juga berpesan ja­ngan patah semangat untuk tetap teguh berjuang menegakkan ke­baikan, kebenaran yang setinggi-ting­­ginya. Yakinlah, pada saat­nya, tak akan lama, kebenaran akan menang.

Apa keikutsertaan  ke ormas Nasdem, sehingga Anda tidak dipilih?

Mohon maaf, saya tidak mau komentari itu. Lagipula apa yang terjadi sama saya, termasuk ke­gia­tan, saya tahu mana yang ter­baik dan apa yang saya lakukan tidak pernah di luar konteks aturan kepartaian.

Apa ada konspirasi agar Anda tidak menjadi cagub?

Jika ada hal yang tidak beres da­lam penentuan rekomendasi itu, saya yakin kebenaran pasti akan terbuka. Sebab sebelum ini banyak masukan ke DPP yang dikonfirmasikan ke saya, yang intinya sangat bertolak belakang.

Dengan kondisi seperti itu, kenapa Anda tetap loyal?

Ketika saya memutuskan ter­jun berpolitik dengan PDI Perjua­ngan, saya akan coba setia de­ngan partai itu, baik saat senang maupun sulit.

Bagi saya kesetiaan terhadap partai sudah ditun­jukkan dari idea­lisme dan inte­gri­tas. Saya ma­­sih percaya bah­wa ke­setiaan itu masih punya ni­lai meski kon­disinya pahit sekali.

Apa Anda menjadi caleg untuk DPR?

Saya tidak tertarik menjadi ang­gota legislatif. Lebih baik berbis­nis di bidang pertanian yang jauh dari persoalan kekua­saan.

Kenapa?

Ke depan saya akan kurangi intensitas perpolitikan dulu. Saya terjun ke bisnis saja. Atas kega­galan ini, saya harus sadar diri ju­ga dan akan melakukan intro­pek­si diri. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya