Berita

hatta rajasa/ist

Bisnis

Hatta Rajasa: Indonesia Masih On the Track

JUMAT, 08 MARET 2013 | 19:41 WIB | LAPORAN:

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa, kembali menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga saat ini sudah sesuai dengan jalurnya, meski masih berjalan lamban.

Tetap perlu diwaspadai agar pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut jangan sampai terjebak pada pendapatan kelas menengah yang stagnan (middle income trap) seperti dialami negara-negara berkembang lainnya di belahan dunia.

"Indonesia masih dalam posisi on the track dan jauh daripada masuk dalam perangkap pertumbuhan kelas menengah yang stagnan," kata Hatta Rajasa saat menyampaikan pandangan-pandangannya dalam kuliah umum bertema "Kelas Menengah, Bisnis, dan Politik" di Auditorium UGM Yogyakarta, Jumat (8/3).


Seperti tertulis dalam rilis yang diterima redaksi, Hatta Rajasa mengatakan, saat ini Indonesia masuk dalam kategori 16 peringkat dunia dan masuk dalam kelompok G20. Salah satu pemicu tumbuhnya perekonomian Indonesia itu adalah makin meningkatnya jumlah kelas menengah setiap tahunnya. Bahkan, pada 2030 diprediksikan jumlah kelas menengah Indonesia akan mencapai 135 juta orang.

Namun, patut diakui bahwa peningkatan jumlah kelas menengah di Indonesia itu belum diimbangi dengan kontribusi nyata kepada masyarakat berpenghasilan rendah dan masih terfokus di wilayah perkotaan. Sehingga, kondisi itu turut memicu munculnya kesenjangan pendapatan antara kelas menengah dan kelas bawah, serta antara kelas menengah perkotaan dengan pedesaan.

"Tentu ini suatu tantangan bagi kita semua untuk meminimalisir kesenjangan tersebut yang dapat mengakibatkan pertumbuhan ekonomi yang stagnan ke depan," katanya.

Menyikapi hal ini, kata Hatta Rajasa, pemerintah giat melaksanakan program Master Plan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Salah satunya, mendorong terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di pedesaan.  

"Bank Dunia mengindikasikan negara-negara yang gagal dari tahun 60-an sampai 2008 akibat dari tiga hal. Pertama, pembangunan infratsruktur yang gagal, kemandirian pangan dan social protection. Tiga hal ini yang saat ini menjadi program utama bagi pemerintah Indonesia," jelasnya.

Sementara, pakar ekonomi UGM Yogkakarta, Sri Adiningsih, mengatakan, perangkap negara kelas menengah merupakan ancaman yang patut diwaspadai oleh Indonesia ke depan. Sejumlah tantangan yang patut diwaspadai ke depan adalah ketimpangan pendapatan antar kelompok penduduk, kualitas manusia yang masih rendah, serta daya saing internasional yang juga masih rendah.  [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya