Berita

Politik

TNI Cemburu Hidup Mewah Polri

JUMAT, 08 MARET 2013 | 16:41 WIB | LAPORAN:

Komisi I DPR RI sangat menyesalkan sekaligus mengutuk penyerangan Markas Pores Ogan Komilir Ulu, Sumatera Selatan oleh sejumlah anggota TNI pada pagi kemarin.

Apapun alasannya, penyerangan itu tak bisa dibenarkan. Seharusnya TNI menjadi contoh dan teladan oleh sesama alat keamanan negara yaitu Polri dengan meningkatkan kerjasama dengan baik dalam menangani keamanan dan pertahanan negara.

Demikian dikatakan anggota Komisi I DPR, Effendy  Choirie di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (8/3). Atas terjadinya peristiwa itu, dia mengatakan Komisi I DPR akan terjun ke Polres OKU untuk melihat  kondisi obyektif di lapangan.


"Pelaku penyerangan harus diberi tindakan setimpal dan sanksi yang tegas, baik administratif maupun hukum sampai pemecatan. Sejauh itu, TNI secara keseluruhan harus dievaluasi; apakah sudah melakukan reformasi atau belum? Sebab, masih banyak kejadian yang terjadi hampir setiap tiga, lima dan enam bulan ada kekerasan oleh TNI terhadap polisi, rakyat, dan berbagai kasus tanah rakyat, wartawan dan sebagainya," katanya.

Karena itu lanjut Gus Choi, sapaan akrab politisi FPKB ini, terjadinya akumulasi kekecewaan begitu besar, maka harus dievaluasi total, apakah sudah melakukan reformasi?

"Bahwa amanat reformasi itu TNI tak boleh berpolitik, dilarang berbisnis, merubah struktur Koramil yang tak lagi sampai ke desa-desa," katanya.

Di luar negeri, kata dia,  tak ada struktur TNI sampai ke desa-desa. TNI dituntut strukturnya, gelar prajuritnya seperti sekarang ini. TNI harus digelar di perbatasan dan daerah-daerah konflik.

Menurut Gus Choi, reformasi TNI belum selesai dan harus kita dorong secara terus-menerus. Akibatnya, hal itu berimplikasi luar biasa dan di era demokrasi dibutuhkan polisi yang kuat. Untuk itu, Polri yang harus testruktur sampai ke desa-desa. Tapi, ketika struktur sama seperti polisi, sementara TNI tak urusi masyarakat hanya pertahanan melawan musuh, bukan dengan rakyat, maka konflik itu tak bisa dihindarkan.

"TNI cemburu dengan kehidupan mewah polisi," demikian Gus Choi.[dem]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya