PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI)
PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) berhasil mencatat perolehan laba Rp 453 miliar pada 2012.
Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengatakan, laba tersebut jauh melampaui target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) yang ditetapkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebesar Rp 150 miliar.
Ismed mengakui pada 2011 perusahaan pelat merah itu rugi Rp 68,4 miliar.
Namun,setelah pihaknya gencar melakukan transformasi birokrasi, secara bertahap pada akhir Desember 2012, BUMN bidang pangan ini memperoleh laba hingga Rp 453 miliar.
Dia mengatakan, perolehan laba tersebut didukung inovasi dalam pengelolaan gula. Bahkan, dia optimis stok cadangan gula perseroan masih 30 ribu ton.
“Kalau ini dicairkan bisa tambah Rp 300 miliar, kalau harga 10 ribu per kilogramnya,†ujarnya di Jakarta, kemarin.
Ismed menambahkan, perolehan laba tersebut dikarenakan perseroan benar-benar melakukan efisiensi dan perbaikan pola bisnis, karena belum melakukan ekspansi dan investasi.
Salah satu untuk mencapai itu yakni melakukan kerja sama dengan BRI dalam Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP-E) khususnya pada tebu. Kerja sama ini guna meningkatkan penetrasi pasar di kredit tebu tersebut.
Sebelumnya, Ismed juga menargetkan laba bersih perseroan pada 2013 sebesar Rp 325 miliar. Upaya pencapaian target laba bersih tersebut dengan meningkatan produksi gula yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya.
“Pemegang saham menargetkan kami laba bersih Rp 325 miliar, kemudian pendapatan RNI disumbang paling besar dari gula hingga 60 pesen,†ujarnya.
Selain itu, produksi gula juga ditargetkan bisa mencapai 175 ribu ton. Angka itu naik dibanding produksi tahun lalu yang mencapai 166 ribu ton. Agar produksi bisa meningkat, perusahaan akan meningkatkan kualitas tebu, melakukan efisiensi, meningkatkan SDM dan menetapkan strategi penjualan yang jitu. [Harian Rakyat Merdeka]