Berita

ilustrasi/ist

DPP KNPI Awasi Janji Lapindo untuk Bayar Ganti Rugi Akhir Maret 2013

KAMIS, 07 MARET 2013 | 15:44 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kasus Semburan Lumpur di Sidoarjo yang sudah berlangsung cukup lama, harus diakui telah menjadi tambahan masalah dan biang kerok kesengsaraan baru bagi warga di sekitarnya.

Tidak hanya itu PT Minarak Lapindo yang bertanggung jawab atas kejadian dan pemicu lahirnya musibah itu terkesan tidak melaksanakan kewajibannya terhadap warga yang sudah kehilangan segalanya. Bahkan butuh teguran seorang presiden agar Lapindo mau menyelesaikan kewajibannya yang sudah jatuh tempo itu.

Dan Hari ini, DPP KNPI memberi apresiasi atas niat baik,  PT Minarak Lapindo Jaya yang telah berjanji untuk  melunasi ganti rugi tanah korban lumpur Sidoarjo sejumlah  Rp 786 miliar mulai akhir Maret 2013.


"Komitmen tersebut disampaikan pada pertemuan Dewan Pengarah Badan Penanganan Lumpur Sidoarjo (BPLS) yang dipimpin Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto," kata Sekjen DPP KNPI, Jailani Paranddy, beberapa saat lalu (Kamis, 7/3).

PT Minarak Lapindo  menunggak pembayaran ganti rugi lahan warga dalam peta area terdampak Rp 154 miliar selama dua bulan terakhir. Tunggakan tersebut merupakan bagian dari Rp 786 miliar sebagai total pembayaran 3.348 berkas masyarakat yang menjadi kewajiban perusahaan.

"Ini adalah persoalan serius manakala rakyat sudah dibikin sengsara, dan nasibnya dipermainkan. Banyak anak-anak muda yang menjadi pengangguran dan kehilangan lapangan kerja serta kehilangan tempat tinggalnya akibat luapan Lumpur Sidoarjo. Sementara PT Minarak Lapindo terkesan tidak serius," tegasnya.

Untuk itu DPP KNPI akan melakukan upaya pemantauan secara serius, bahkan DPP KNPI akan melibatkan DPD KNPI Propinsi Jawa Timur untuk sama-sama mengawasi janji pelunasan hak-hak rakyat korban lumpur  Sidoarjo yang sudah dijanjikan oleh PT Minarak Lapindo. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya