Berita

Prabowo Subianto

Prabowo Disuruh Ungkap Kasus Penculikan Aktivis

Permadi: Ini Upaya Penjegalan Menjadi Presiden
KAMIS, 07 MARET 2013 | 09:14 WIB

Sebelum nyapres, Letjen (Purn) Prabowo Subianto, Bekas Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) diminta buka-bukaan terlebih dulu terkait kasus penculikan belasan aktivis yang terjadi pada 1997-1998.

“Kalau Prabowo hanya ingin menjadi pengusaha sukses terus bilang lupakan masa lalu mungkin (publik) masih bisa terima. Tapi, kalau Prabowo ingin jadi presiden, harus jujur menceritakan apa yang terjadi pada tahun-tahun itu,” kata pengamat politik Universitas Indonesia Ade Armando saat dijumpai di aula FKUI, kemarin.

Dikatakan Ade, masih banyak aktivis yang hilang diculik dan belum kembali hingga kini. Jika mereka semua telah meninggal dunia, maka Prabowo yang kini sudah memegang tiket capres dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diminta mengungkap di mana saja kuburannya.


Dikatakan Ade, saat peristiwa itu terjadi, Prabowo masih pegang tongkat komando Pangkostrad. Hingga kini, bekas menantu Soeharto itu belum pernah diajukan ke Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub). Prabowo saat itu, lanjut Ade,  hanya diperiksa Dewan Kehormatan Perwira (DKP). “Prabowo mengaku tahu ada Tim Mawar (yang menculik). Tapi, tidak tahu kalau itu sampai ke penyiksaan,” kata Ade.

Mahmilub akhirnya memvonis bersalah beberapa bawahan Prabowo. Mereka dipecat dari jabatannya. Ada yang ditahan beberapa waktu, lalu bebas. Prabowo sendiri akhirnya diberhentikan dari dinas kemiliteran. “Sampai sekarang Prabowo tidak pernah cerita soal aktivis lain yang masih hilang dan mungkin sudah mati itu,” tegas dosen FISIP UI itu.

Prabowo, lanjut Ade, harus bisa menunjukkan bahwa dirinya bersih, sekaligus menunjuk pelakunya. “Kita tidak mau punya capres yang masa lalunya dirahasiakan atau kita tidak tahu,” bebernya.

Dia menegaskan, penculikan, penyiksaan, dan pembunuhan secara sistematis merupakan kejahatan HAM berat.

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Permadi, menilai Ade sedang berupaya menghancurkan elektabilitas Prabowo. “Jelas sekali ada orang-orang yang ingin menjegal Prabowo menjadi presiden,” kata Permadi.

Permadi mengatakan, pada 1997-1998  itu ada banyak tim yang mendapat tugas menculik. Jadi, bukan hanya tim yang berada di bawah kendali Prabowo. Lagipula sebagai tentara loyal, semua tindakan Prabowo didasarkan atas perintah atasannya.

“Bahkan suatu ketika dalam rapat Partai Gerindra, Prabowo menyampaikan bahwa dirinya pernah disuruh membunuh Permadi. Dia itu disuruh. Mengapa yang menyuruh tidak pernah diutik-utik?” ujarnya.

Sebagai Pangkostrad kala itu, lanjut Permadi, Prabowo hanya memiliki tiga atasan.

Yang paling bawah adalah KSAD, kemudian panglima ABRI, dan paling atas adalah presiden selaku panglima tertinggi. “Kenapa yang lain itu tidak pernah diutik-utik?” protesnya.

Menurut Permadi, Prabowo yang berpangkat letjen itu sudah menerima ganjaran yang sangat berat dalam bentuk pemecatan. “Itu hukuman tertinggi bagi seorang perwira tinggi,” katanya.

Hal lain yang juga harus diingat, lanjut dia, semua aktivis yang penculikannya dikaitkan dengan Prabowo sudah kembali dalam keadaan hidup. “Sekarang semua bergabung ke Gerindra, termasuk saya,” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya