Berita

ilustrasi, Ruas Tol Berlawanan Arus

Bisnis

Jasa Marga Tambah Dua Ruas Tol Berlawanan Arus

KAMIS, 07 MARET 2013 | 08:15 WIB

PT Jasa Marga Tbk akan menambah dua ruas tol berlawan arus atau contra flow untuk mengurai kemacetan di ruas tol dalam kota Jakarta.

Contra flow baru ini akan menambah jalur contra flow yang telah berjalan saat ini, yakni Cawang-Semanggi, sehingga menjadi tiga ruas.

“Akan ada pemberitaan contra flow baru di depan kantor Perumnas (Cawang) untuk mengurangi kepadatan dari arah Bekasi dan Cibubur serta contra flow arah Kebon Jeruk,” ujar Menteri BUMN Dahlan Iskan di sela-sela peluncuran E-Tollpass di dekat gerbang Tol Cengkareng, kemarin.


Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman menjelaskan, dua ruas tol yang akan diterapkan contra flow, yakni arah Cawang-Rawamangun dan Grogol-Harapan Kita.

Untuk ruas Cawang-Rawamangun, Jasa Marga akan menggandeng operator tol swasta, yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).

Pemberlakukan contra flow ini akan dimulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB atau saat jam sibuk. Pasca penerapan ini setidaknya bisa mengurai kemacetan hingga 30 persen. “Hasil survei dua minggu lagi akan keluar,” ungkap Adityawarman.

Resmikan Pintu Tol Canggih

Dahlan meresmikan Pintu Tol Canggih 100 persen made in Indonesia di Gerbang Tol Cengkareng arah Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soeta), kemarin. Alat dengan konsep Gardu Tol Otomatis (GTO) ini, dirancang untuk menangkap sinyal dari pemancar On Board Unit (OBU) versi terbaru yang terpasang di setiap mobil.

Pada tahap awal, pintu ini ditempatkan di 3 titik di DKI Jakarta, yakni gerbang tol Cengkareng, Kapuk dan Cililitan milik PT Jasa Marga Tbk.

Menurut Dahlan, dengan GTO asli buatan PT LEN dan PT Telkom Tbk ini, mobil hanya cukup mengurangi kecepatan tanpa harus berhenti saat memasuki pintu tol otomatis yang terpasang sinyal pemancar untuk menanggap sinyal OBU dari mobil.

Dahlan menjelaskan, alat OBU ini nantinya dijual lebih murah 50 persen dari alat yang pernah dijual saat ini. Karena OBU versi terbaru diproduksi oleh BUMN di Indonesia.

“Harga saat ini masih kemahalan Rp 650.000. Nanti alat diproduksi di dalam negeri. Itu LEN bisa produksi dengan harga separuh,” tambahnya.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya