PT Semen Indonesia (Persero) Tbk
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk semakin intens mendorong terciptanya budaya inovasi di lingkungan perusahaan.
Inovasi di lingkungan Semen Indonesia mampu meningkatkan efisiensi perusahaan, potensi penghematan biaya yang dihasilkan mencapai Rp 639 miliar. Angka ini lebih tinggi dibanding potensi penghematan dari karya inovasi dalam acara serupa tahun 2011 sebesar Rp 593 miliar.
Guna meningkatkan budaya inovasi, perseroan kembali menggelar Semen Indonesia Award on Innovation (SIAI), Kamis 7 Maret 2013 (hari ini-red). SIAI adalah acara rutin tahunan yang sudah digelar sejak 2010.
“SIAI adalah stimulus bagi penciptaan inovasi baru di lingkungan perusahaan. Kami sepenuhnya menyadari bahwa inovasi adalah pilar penting bagi pengembangan bisnis di era yang semakin kompetitif,†ujar Direktur Utama Semen Indonesia Dwi Soetjipto.
Dia mengatakan, inovasi secara nyata telah mampu mengakselerasi pertumbuhan kinerja perusahaan. Dengan berbagai inovasi, pihaknya mampu memantapkan posisinya sebagai pemimpin pasar di industri semen nasional.
Inovasi yang dilakukan terbukti bisa meningkatkan nilai tambah perusahaan, sekaligus memberi nilai guna yang lebih baik bagi konsumen yang menggunakan produk perusahaan ini. Tidak hanya sebatas pada proses produksi, inovasi juga mutlak diperlukan dalam sistem dan tata kerja lain di tubuh perusahaan, seperti manajemen organisasi.
“Secara prinsip, budaya inovasi mampu meningkatkan daya saing perseroan. Sebab, tanpa berusaha melakukan inovasi, sebuah perusahaan sedang menggali kuburnya sendiri,†ujar Dwi.
Memang menjadi sebuah tantangan di lingkungan Grup Semen Indonesia untuk melakukan koordinasi dan monitoring terhadap penerapan ide inovasi yang telah dimunculkan, baik dari Semen Padang, Semen Tonasa, Semen Gresik maupun perusahaan terafiliasi lainnya.
Sebelumnya, Semen Indonesia menguasai sekitar 70 persen saham yang dimiliki Thang Long Cement Vietnam atau sekitar Rp 1,5 triliun yang telah diinvestasikan pabrik semen tersebut.
“Setelah kita resmi mengakuisisi Thang Long Januari lalu, kami mulai membidik Myanmar dengan nilai investasi yang kemungkinan juga sama besarnya dengan Thang Long, Vietnam. Hanya saja, saat ini masih dalam tahap kajian dan evaluasi internal,†kata Direktur Pemasaran Semen Indonesia Amat Pria Darma. [Harian Rakyat Merdeka]