DPR mendorong pelaku usaha kecil menengah (UKM) go internasional. Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Muhajir mengatakan, kualitas hasil kerajinan UKM di Indonesia sudah sangat tinggi. Dia mencontohkan perajin tikar mendong, bisa dipakai untuk alas jamaah haji saat wukuf di Arafah, asal Tasikmalaya Jawa Barat.
“Produk kerajinan anyaman mendong ini sebenarnya memang telah lama ditetapkan sebagai komoditas khas Kabupaten Tasikmalaya,†ujar Muhajir, kemarin.
Menurut dia, sentra-sentra produksi mendong itu tersebar di 22 desa yang meliputi sembilan wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Cineam, Karangnunggal, Manonjaya, Karangjaya, Gunung Tanjung, Sukahening, Cikatomas dan Salopa.
Pada saat ini berbagai produk kerajinan anyaman mendong yang ditekuni masyarakat setempat itu berupa topi, tikar, tas, boks dan lain-lain sesuai dengan pesanan konsumen.
Anggota Komisi VI DPR ini berjanji akan terus mendorong agar anyaman tikar mendong hasil kerajinan masyarakat Tasik tersebut dipromosikan sebagai alas saat jamaah haji Indonesia wukuf di Padang Arafah pada musim haji, menggantikan alas plastik yang berasal dari negara lain.
“Harus diingat setiap upaya pengembangan produk tikar dari anyaman mendong ini akan membawa dampak luas terhadap perekonomian masyarakat,†ucapnya.
Berdasarkan data tahun 1999 saja, total produksi anyaman mendong 6.636.600 satuan produk senilai Rp 49.245.300.000. Dari total produksi tersebut baru 10 persen yang diekspor. Dengan demikian, pasar masih terbuka luas untuk mengembangkan kerajinan mendong ini apabila ada promosi dan pengenalan yang serius.
Muhajir juga mengimbau perlunya pemberdayaan melalui pelatihan-pelatihan, koperasi dan pameran secara berkala. “Kami di DPR akan mendesak mitra-mitra kerja memberikan atensi untuk pengembangan dan pemberdayaan perajin UKM,†jelasnya.
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) juga mendorong kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan momen pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) pada 2015.
“Para UKM merasa optimis produk yang mereka hasilkan bisa bersaing di pasar bebas,†kata Deputi Bidang Pengkajian Sumber Daya UMKM Kemenkop dan UKM I Wayan Dipta.
Dia optimistis UKM di dalam negeri tidak takut menghadapi persaingan global, termasuk membanjirnya barang-barang dari China karena secara kualitas tidak akan kalah. [Harian Rakyat Merdeka]