Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Anak Buah Agus Marto Semprot Kinerja Kementan Atasi Pangan

Target Inflasi Jebol, Upaya Pemerintah Tekan Orang Miskin Makin Ngos-ngosan
RABU, 06 MARET 2013 | 08:15 WIB

Untuk menekan bertambahnya jumlah angka kemiskinan, pemerintah diminta segera mencari cara mengantisipasi kenaikan harga pangan.

Menteri Perencanaan Pemba­ngunan Nasional/Kepala Badan Pe­rencanaan Pembangunan Na­sional (PPN/Bappenas) Armida S Alisjahbana mengatakan, kenai­kan harga pangan berpengaruh besar terhadap tingkat kemis­ki­nan di Indonesia. Dia berharap, kenaikan bisa reda pada Maret-April 2013.

“Inflasi cukup tinggi karena kenai­kan harga pangan, nah dam­­pak­nya sangat besar terha­dap ke­mis­kinan. Kami harapkan kondisi ini tidak berlanjut,” ujarnya di Ja­karta, kemarin.


Apalagi, menurut Armida, ke­menterian yang dipimpinnya mem­punyai target untuk menu­runkan angka kemiskinan. Di mana kesenjangan stabilitas eko­nomi makro dan harga menjadi faktor krusial untuk mencapai target inflasi 4,9 persen tahun ini.

Oleh sebab itu, pemerintah ha­rus segera mengidentifikasi dan menindaklanjuti menurunkan angka inflasi di bulan-bulan men­datang terkait dengan gejolak harga pangan di tanah air.

“Kalau masalah pangan intinya ada di pasokan dan permintaan, kelan­caran antara pasokan dan per­min­taan. Juga siklus keter­se­diaan pasokan dari produksi da­lam negeri. Ketersediaan itu yang harus dijaga supaya tidak ada lonjakan harga,” papar Armida.

Menanggapi lonjakan harga pangan tersebut, Menko Pereko­nomian Hatta Rajasa mengaku belum niat membuka kran impor dalam waktu dekat ini. Hatta menuding banjir sebagai penye­bab me­nyusutnya keter­sediaan pa­ngan.

“Sebetulnya Januari-Februari itu memang inflasi, didorong sek­t­or pangan terutama musim pa­ceklik. Yang pertama dari ana­lis itu menurun karena banjir dan be­berapa sektor produksi sehing­ga suplainya menurun,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah lebih mem­fokuskan stabilitas pasokan dan permintaan pasar dalam ne­geri. Kestabilan pasokan dan per­mintaan pasar diharapkan bisa me­nekan inflasi seminimal mungkin.

Kepala Badan Kebijakan Fis­kal (BKF) Kementerian Keua­ngan Bambang Brodjonegoro berharap, pemerintah dapat me­manfaatkan momentum Maret-April 2013 untuk mengatasi ke­bijakan pangan.

Periode itu dianggap menentu­kan, tidak terulangnya kembali laju inflasi tinggi di bulan-bulan men­datang. Menurutnya, capaian inflasi di Februari 2013 meru­pakan imbas dari beberapa harga pangan yang terganggu regulasi impornya.

“Harga buah dan daging men­ja­di mahal, maka dari itu Kemen­terian Pertanian (Kementan) ha­rus betul-betul memperhatikan kebijakan tersebut,” jelas anak buah Menteri Keuangan Agus Martowardojo ini.

Bambang juga mengimbau Ke­menterian Pertanian jangan ha­nya terpaku pada kepentingan swasembada, tapi juga melihat pengaruh inflasi. Kenaikan har­ga komoditas yang tinggi justru akan membuat masyarakat me­rugi se­cara keseluruhan.

Menurut dia, ke depannya ke­bija­kan pangan dapat dikoor­dina­sikan dengan Menteri Koor­di­nator Bidang Perekonomian un­tuk mengatasi permasalahan ter­sebut. “Ya pasti daya beli ma­sya­rakat dalam setahun ini akan ber­pengaruh. Mudah-mudahan Ma­ret-April 2013 bisa dinetrali­sir lah,” harap Bambang.

Pengamat pertanian dari Insti­tut Pertanian Bogor (IPB) Her­manto Siregar mewanti-wanti peme­rintah soal ancaman kenai­kan harga beras April men­da­tang. Pasalnya, musim panen telah usai.

Hermanto menuturkan, umum­nya kenaikan harga bahan pangan terjadi lantaran musim panen yang usai sehingga pasokan mu­lai berkurang. Namun, untuk ko­moditas pangan hortikultura se­perti bawang putih, bawang me­rah dan cabe merah, kenaikan harganya lantaran tidak panen.

Dia juga memperkirakan ba­wang merah dan cabe merah ba­kal mengalami kenaikan harga pada pertengahan tahun ini, lan­taran sudah bukan musim pa­nen.

Jadi, pada dasarnya pasokan pe­tani yang kurang meng­akibatkan harga naik.

Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yu­dhi Sadewa mengatakan, indeks ke­percayaan konsumen menga­lami penurunan akibat kenaikan harga pangan yang terjadi dalam dua bulan terakhir ini.

Menurutnya, hal itu tercermin dari survei indeks kepercayaan konsumen versi Danareksa Re­search Institute. Hasilnya, indeks ke­per­cayaan konsumen pada Feb­ruari 2013 turun ke level te­rendah dalam lima bulan terakhir yaitu turun 2,7 persen menjadi 92,3 persen. Sebagai catatan, level di atas 100 pertanda konsumen optimistis atau level positif. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya