Berita

sby/ist

MKRI Beri Batas Waktu pada SBY Hingga 24 Maret

SELASA, 05 MARET 2013 | 15:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pejabat negara yang duduk di lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif seharusnya menanamkan, menjaga dan memastikan tegaknya kedaulatan rakyat. Namun sayang, pejabat negara yang digaji oleh rakyat itu lumpuh dan tidak mampu mengendalikan ego serta ketamakan diri maupun kelompok.

Tidak heran, di masa pemerintahan SBY yang sudah berjalan selama 8 tahun ini, Indonesia semakin terpuruk, dan bahkan mencapai puncak keterpurukan. Kemiskinan dan pengangguran massif. Sementara kesenjangan semakin melebar dan harga kebutuhan pokok terus melambung. Pendidikan dan kesehatan pun semakin tidak bisa dijangkau oleh masyarakat.

Karena itu, sebagai bentuk protes terhadap keterpurukan negeri ini, siang ini (Selasa, 5/3), Majelis Kedaulatan Rakyat Indonesia(MKRI) membentangkan spanduk besar berukuran 4x 24 di Jalan Diponegoro Jakarta.


Spanduk itu bertuliskan lima tuntutan MKRI yang disebut dengan Panca Tuntutan Rakyat kepada SBY. Kelima tuntutan itu adalah nasionalisasi seluruh aset tambang dan migas; selesaikan kasus korupsi dan skandal besar; hentikan liberalissasi impor; turunkan harga-harga; dan hentikan segala bentuk kekerasan dan pelanggaran HAM.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Ketua Presidium Ratna Sarumpet dan Sekjen Adhie M Massardi, MKRI juga memberikan tenggat waktu hingga 24 Maret 2013 bagi SBY untuk memenuhi lima tuntutan tersebut. Bila tak sanggup, tidak ada pilihan lain, MKRI akan mengultimatum SBY untuk segera mundur atau dimundurkan oleh rakyat. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya