Berita

Pia Olsen Dhyr

Bisnis

Mendag Denmark Janji Naikkan Ekspor Ke Indonesia 2 Kali

SELASA, 05 MARET 2013 | 08:03 WIB

.Lipat Penilaian sejumlah lembaga ekonomi dunia bahwa Indonesia memiliki daya tarik untuk ber­in­­ves­tasi, mulai menunjukkan ha­sil. Ke­ma­rin, Menteri Perdaga­ngan (Mendag) Denmark Pia Olsen Dhyr mengatakan, pihak­nya be­ren­­cana meningkatkan in­ves­tasi di Indonesia.

Dia berjanji Negeri Dinamit ini akan berinvestasi di empat sektor, yakni industri ma­kanan, energi pengelolaan air dan infrastruktur.

“Perusahaan Denmark memi­liki kompetensi memadai untuk menggarap sektor-sektor terse­but,” kata Dhyr kepada wartawan di Jakarta, kemarin.


Diungkapkan, selama ini se­benarnya telah ada beberapa pe­rusahaan Denmark sudah ada yang aktif di Indonesia. Salah satu­nya bergerak di jasa pelaya­nan air.  Namun, selama ini pro­ses penjajakan tersebut tidak me­li­bat­kan pemerintah, dilakukan business to business. 

Dhyr menjelaskan, pihak yang akan berinvestasi di bidang ener­gi juga swasta. Pemerintah Den­mark hanya memfasilitasi.

Selain itu,  pihaknya  ingin me­ning­katkan kerja sama perdaga­ngan. Sebab, selama ini nilai ker­ja sama per­da­ga­ngan kedua ne­gara terlalu kecil. Nilainya ku­rang dari 1 persen pendapatan eks­por Denmark. Pihaknya me­nar­­getkan bisa meningkatkan ekspor ke Indonesia dua kali lipat sebelum 2016.

Dia yakin, kerja sama itu akan meng­untungkan kedua negara. Dhyar menolak jika kerja sama di­lakukan Denmark hanya upaya mencari pasar baru di negara ber­kembang. 

“Dengan komitmen investasi yang telah disuarakan beberapa pe­rusahaan Denmark pada saya, hal itu berarti penciptaan lapa­ngan kerja bagi Indonesia. Pro­duk Indo­nesia juga cukup dimi­nati warga Denmark, misalnya tekstil dan ma­kanan. Saya rasa peningkatan hu­bungan dagang ini mengun­tung­kan kedua pi­hak,” paparnya.

Sekadar informasi, kerja sama per­dagangan Indonesia dan Den­­mark telah terjalin cukup lama. In­done­sia mengekspor se­jumlah pro­duk ke negara Eropa Barat itu antara lain sepatu, tem­ba­kau dan baja. Sebaliknya, Den­mark meng­­­­eks­por bahan kimia, obat-obatan, per­mesinan, pro­duk susu dan peri­kanan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani menyambut baik kedatangan calon investor Den­mark ke In­do­nesia. Karena, eko­nomi nasional saat ini sangat bu­tuh suntikan dana asing.

“Kalau ada investor yang mau masuk ya kami sambut baik. Kami berharap kehadiran para investor bisa mendorong peng­usaha lokal agar bisa berkem­bang, bukan ma­lah me­ma­ti­­kan,” katanya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya