Berita

ilustrasi, Kedelai

Bisnis

Pemerintah Diminta Siapkan Dana Back Up Stok Nasional

Bulog Siapkan Mekanisme Subsidi Silang Stabilisasi Harga Kedelai
SENIN, 04 MARET 2013 | 08:15 WIB

Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) menyiapkan sistem subsidi silang untuk mengatur tata niaga kedelai. Pemerintah didesak segera mengeluarkan Perpres penetapan HPP komoditas tersebut.

Dirut Perum Bulog Sutarto Ali­moe­so menyatakan, pihaknya siap menjaga stabilitas harga ke­delai bila dipercaya mengatur tata niaga komoditas tersebut. Se­bab, menurutnya, Bulog su­dah cukup berpengalaman.

“Menstabilkan harga beras yang kebutuhannya hampir 40 juta ton saja bisa. Saya yakin Bu­log juga bisa mengatur penjualan kedelai yang kebutuhannya ha­nya sekitar 2 jutaan ton,” kata Sutarto ke­pada Rakyat Merdeka, akhir pekan lalu.


Seperti diketahui, Pemerintah berencana mengeluarkan Pera­tur­an Presiden (Perpres) untuk me­ngatur tata niaga kedelai. Per­pres tersebut kabarnya akan me­nga­tur harga pokok pembelian dan dan harga pokok penjualan (HPP) kedelai. Bulog dilibat­kan sebagai pengatur lalulintas pem­belian dan penjualan.

Sutarto menuturkan, untuk me­ngatur tata niaga kedelai, pi­hak­nya akan menerapkan sistem sub­sidi silang.

“Hasil keuntungan dari  impor kedelai akan diguna­kan untuk membeli hasil perta­nian lokal. Kedelai itu nanti bisa di­gu­nakan stok untuk stabilisasi harga apa­bila harga kedelai im­por me­lonjak,” urai Sutarto.

Yang dia khawatirkan, bila ter­jadi kejadian luar biasa. Mi­sal­nya, musim kering berke­pan­ja­ngan sehingga stok menipis dan harga kedelai dunia melam­bung. Menghadapi masalah itu, menu­rut­nya, pemerintah harus ikut tanggung jawab karena ke­mam­puan Bulog terbatas.

“Pemerintah harus menye­dia­­kaan anggaran untuk me­nyiap­­kan cadangan kedelai,” pin­tanya.

Berdasarkan perhitungan Bu­log, kebutuhan kedelai nasional sekitar 2,5 juta ton.

Bulog akan impor se­­kitar 1,7 juta ton atau 70 per­sen dari kebutuhan. Pa­sal­nya,  saat ini produksi nasional hanya sekitar 800 ribu ton.

Harga kedelai saat ini bisa dibilang cukup tinggi. Berdasar­kan harga rata-rata na­sional ba­han pangan pokok per tanggal 15 Februari 2013, harga kedelai lo­kal tercatat se­besar Rp 9.366 per kg atau turun 2,75 per­sen dari har­ga bulan se­belumnya Rp 9.624 per kg.

Sedang­kan kedelai impor har­ganya Rp 9.040 per kg atau turun 2,68 persen dari harga bu­lan sebelumnya Rp 9.283 per­ kg.

Ketua Umum Dewan Kedelai Nasional Indonesia (DKNY) Benny Kusbini mendesak peme­rintah segera mengeluarkan per­a­turan HPP kedelai. Pasal­nya, pe­tani dan pengrajin tahu-tempe sangat memerlukannya.

“Kita nggak ngerti kenapa pe­merintah lamban sekali. Pene­tapan HPP itu penting, menyang­kut kepentingan rakyat kecil,” kata Benny.

Benny mengungkapkan, se­lama HPP kedelai tidak ada, pe­tani babak belur. Pasalnya, ke­delai impor sering masuk da­lam jumlah besar ketika petani lokal sedang panen raya. [Harian Rakyat Merdeka]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya