Berita

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN)

Bisnis

PGN Mulai Tahapan Dasar Kapal FSRU Lampung

JUMAT, 01 MARET 2013 | 09:11 WIB

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan seremoni pembangunan bagian dasar kapal (keel laying) Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di galangan Kapal Hyundai Heavy Industri di Ulsan, Korea Selatan.

Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso mengatakan, dengan dimulainya tahapan keel laying ini, pembangunan FSRU di Lampung diharapkan bisa selesai tepat waktu yaitu di pertengahan 2014. Dengan beroperasinya FSRU Lampung pasokan gas untuk sektor industri, komersial dan juga rumah tangga di Lampung dan Jawa Barat akan terus meningkat.

Seiring dengan penyelesaian FSRU Lampung, PGN juga sedang menyelesaikan proyek distribusi Lampung sepanjang 88 kilometer dan infrastruktur distribusi lainnya dalam rangka mempersiapkan penyerapan pasokan gas bumi domestik dan proyek FSRU lainnya.


“Sebagai BUMN, PGN berkomitmen terus membangun infrastruktur agar pemanfaatan gas secara nasional bertambah besar. Apalagi penggunaan gas bagi industri terbukti lebih efisien dan memberikan nilai tambah maksimal bagi perekonomian nasional,” jelas Hendi.

Tahapan keel laying merupakan proses lanjutan dari pengerjaan steel cutting atau pemotongan lembaran baja yang sudah dilakukan sebelumnya. Setelah tahapan keel laying selesai, proses pengerjaan FSRU akan berlanjut ke pembangunan mooring system, lalu off-take station (OTS) dan onshore receiving facilities (ORF).

Kemudian akan dibangun pipeline system sepanjang 21 kilometer dari Labuhan Maringgai Lampung ke lokasi FSRU.

Untuk diketahui, proyek FSRU Lampung memiliki kapasitas 240 Million Metric Standard Cubic Feet per Day  (MMSCFD) dan menghabiskan biaya investasi senilai 250-300 juta dolar AS. Dalam pembangunan infrastruktur gas di Lampung ini, PGN bekerja sama dengan Hoegh LNG Ltd dari Norwegia dan PT Rekayasa Industri.
 
FSRU Lampung merupakan FSRU kedua yang dibangun PGN. Sebelumnya, sebagai penyalur dan distributor gas nasional, PGN melalui PT Nusantara Regas membangun FSRU Jawa Barat yang telah beroperasi tahun 2012.

Nusantara Regas merupakan perusahaan patungan antara PGN dan Pertamina. Dalam kerja sama tersebut, PGN memiliki 40 persen saham Nusantara Regas.

Hendi menegaskan, PGN mendukung penuh kebijakan pemerintah yang akan meningkatkan pasokan gas untuk kebutuhan domestik. Oleh karena itu, PGN menyambut baik kebijakan tambahan alokasi gas domestik. Sebab, dengan bertambahnya pasokan gas maka kebutuhan konsumen, khususnya industri yang terus meningkat akan terpenuhi. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya