Berita

aburizal bakrie/rmol

Politik

Kerja Keras Ical Sia-sia, Elektabilitas Masih Jeblok!

KAMIS, 28 FEBRUARI 2013 | 22:23 WIB | LAPORAN:

Kerja keras Aburizal Bakrie dengan blusukan dan turba alias turun ke bawah belum membuahkan hasil. Berdasarkan hasil survei Taylor Nelson Sofres (TNS), lembaga riset yang berbasis di Inggris yang bekerja sama dengan National Leadership Center (NLC) menunjukkan, elektabilitas ketua umum Golkar yang akrab disapa Ical itu hanya sebesar 7 persen.

Survei tersebut dilakukan pada 14-19 Januari terhadap 2.020 responden di 31 provinsi di Indonesia. Margin of error hasil survei ini diperkirakan kurang dari 4 persen.

Hasil lengkapnya, Prabowo Subianto menempati urutan pertama dengan elektabilitas sebesar 35 persen. Urutan kedua diduduki Megawati dengan elektabilitas sebesar 20 persen dan urutan ketiga Jusuf Kalla sebesar 12 persen. Ical berada di posis empat dengan elektabilitas sebesar 7 persen kemudian disusup Wiranto, Sri Sultan Hamengkubuono, dan Dahlan Iskan yang masing-masing 4 persen. Hatta Rajasa dan Mahfud MD masing-masing 2 persen serta Ani Yudhoyono dan Sri Mulyani masing-masing 1 persen.


Presdir NLC Taufik Bahaudin menyatakan, tingginya suara Prabowo dan kecilnya suara Ical bukan karena visi dan misi kedua. Menurut Bahaudin pola pilih masyarakat Indonesia lebih didasarkan pada rasa, bukan rasio.

"Mereka tidak peduli dengan visi misi. Kalau suka pada orangnya, itulah yang dipilih," ucapnya di Jakarta, Kamis (28/2).

Dia mencontohkan posisi Joko Widodo dalam pilgub DKI. Jokowi terpilih menjadi gubernur DKI Jakarta bukan karena visi misinya bagus, tapi karena gayanya yang ndeso mau mau belusukan disukai warga. Hal ini juga terjadi para Prabowo. Masyarakat cenderung memilih dia lantaran kecewa dengan kepemimpinan SBY.
"Prabowo dianggap antitesanya SBY," katanya.

Di survei ini, TNC dan NCL tidak memasukkan dalam Jokowi yang sedang naik daun. Alasannya, Jokowi sudah menyatakan tidak bersedia maju di 2014. Kalau Jokowi maju, dukungan untuk Prabowo pun bisa lewat.

"Kalau Jokowi maju, dia pasti akan paling tinggi dari nama-nama tadi. Masyarakat akan menyambutnya dengan luar biasa. Tapi sayangnya, dia mengatakan tidak akan maju, makanya kami juga tidak memasukkan nama dia," terangnya.

Untuk Ical, Bahaudin menyatakan, memang makin sering blusukan. Namun, usahanya ini belum membuahkan hasil karena kurang disukai masyarakat. [dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya