Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mulai kompak. Jokowi diundang Gita untuk coffee morning. Salah satu tema yang dibahas adalah bekerja sama melakukan revitalisasi pasar tradisional di Ibukota.
Coffee morning itu digelar di Gedung Utama Kantor KementeÂrian PerÂdagangan Jakarta, kemaÂrin. Banyak hal yang dibicaraÂkan. Di antaranya mengenai renÂcana revitalisasi pasar, mahalnya harga daging sapi dan maÂrakÂnya barang ilegal dipasaran.
Gita mengatakan, revitalisasi pasar di ibukota sebenarnya suÂdah dimulai. Peletakan batu perÂtama pembangunan telah dilakuÂkan satu pasar di Jakarta.
“Kalau ada dukungan untuk meÂningkatkan jumlah pasar yang harus direvitalisasi, kami menÂdukung,†kata Gita semangat.
Gita menerangkan, konsep reÂvitalisasi pasar tidak jauh berÂbeda dengan yang sudah dilakuÂkan di daerah lain. Seperti di Jawa TeÂngah, Papua dan Bali.
MenuÂrutÂnya, selama ini revitaÂlisasi cuÂkup baik. Misalnya, di Pasar Agung, Bali, revitalisasi memÂbuat nilai transaksi naik di atas 50 persen karena pengunjung lebih nyaman berÂbelanja sebab pasar lebih bersih dan bagus.
Jokowi menimpali, di ibukota ada 20 pasar binaan yang perlu direvitalisasi. Untuk percoÂbaan, dimulai satu pasar dulu. “Kita coba satu pasar dulu di MeÂruya Jakarta Barat,†kata Jokowi.
Jokowi menuÂturÂkan, pembaÂngunan revitalisasi pasar akan mengÂÂÂgunakan dana Anggaran penÂdapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran PendaÂpaÂtan Belanja Daerah (APBD).
Gita dan Jokowi juga memÂbaÂhas tenÂtang maraknya perÂedaÂrÂan baÂrang ileÂgal. Gita geÂram dengan maraknya produk ilegal karena merugikan konsuÂmen. Produk tersebut beÂlum tenÂtu terjamin kuaÂlitasnya.
Untuk menghadapi maÂsalah itu, ungkap bekas bos JP Morgan itu, pihaknya bersama Pemprov DKI Jakarta akan melakukan soÂsiaÂlisasi bersama ke masyarakat dan memÂberikan edukasi agar menÂjadi konsumen cerdas.
“KonsuÂmen jangan hanya terÂgiur barang murah dan kenyang. Tapi kuaÂlitas perlu diperhatiÂkan. Karena itu, kita minta duÂkuÂngan gubernur dan jajarannya untuk meÂlakukan penyuluhan,†jelas Gita.
Sekjen Asosiasi Pedagang PaÂsar Tradisional Seluruh IndoneÂsia (APPSI) Ngadiran menduÂkung reÂvitalisasi pasar. Apalagi perÂtumÂbuhan pasar modern saÂngat pesat.
“Pertumbuhan pasar modern yang pesat telah memÂbuat pasar tradisional sekarat, kaÂlah berÂsaing,†curhat Ngadiran.
Dia menegaskan, revitalisasi pasar sangat diÂperlukan. BerdaÂsarkan data dari PD Pasar Jaya, dari 151 pasar tradisional di JaÂkarta, hanya 27 pasar yang baÂngunannya masih dianggap baik.
Ngadiran berharap, revitaliÂsasi pasar yang dilakukan peÂmerintah tidak berdampak pada terusirnya pedaÂgang lama. Para pedagang pasar harus diutamaÂkan kepentiÂngÂÂannya.
“PerÂlakukan mereka dengan adil. Kita berharap revitalisasi bisa membuat pasat tradisional meÂnguat dan bisa hidup serasi deÂngan pasar modern,†harapÂnya. [Harian Rakyat Merdeka]