Berita

ilustrasi, daging sapi

Bisnis

Impor Daging Sapi Pake Sistem Lelang

Jurus Baru Pemerintah Untuk Kendalikan Harga
SELASA, 26 FEBRUARI 2013 | 08:36 WIB

.Pemerintah mengambil sejumlah kebijakan untuk mengendalikan harga daging sapi. Di antaranya, memberikan diskon biaya transportasi dan penerapan sistem lelang  untuk impor pengadaan komoditas tersebut.

Kebijakan tersebut dirumus­kan dalam Rapat Kordinator Ke­menterian Perekonomian di Kan­tor Kementerian Koodinator Pe­re­konomian di Jakarta, ke­marin.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa me­nerangkan, untuk menstabilkan harga daging, suplai ke pasar-pa­sar ke depan akan dipercepat.  


“Ke depan pemerintah akan memonitor Rumah Potong He­wan (RPH) untuk menghitung berapa ekor sapi lokal dan impor yang di­butuhkan oleh lebih dari 400 RPH.

Untuk mengawasinya, nanti per­mintaan dan penawaran akan di­lihat secara online,” kata Hatta.

Setelah mempercepat suplai, pemerintah akan mengevaluasi supply dan demand serta mela­ku­kan sensus sapi nasional se­hingga ke depan mempunyai da­ta yang akurat. “Dari data terse­but, pemerin­tah bisa dengan aku­rat mengeta­hui berapa impor da­ging yang diperlukan,” ujarnya.

Selain itu, ungkap Hatta, pe­ngadaan sapi impor ke depan akan dilakukan melalui me­ka­nisme lelang secara terbuka. Yang menyelenggarakan lelang adalah Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian.

Menteri Perdagangan Gita Wir­ja­wan mendukung ide terse­but. Menurutnya, sistem lelang akan jauh lebih transparan.

“Sistem lelang sudah dilaku­kan beberapa negara tetangga. Dan ide ini diterima secara baik oleh Pak Menko, Pak Mentan, Wa­­menkeu,” ungkap Gita.

Gita yakin, sistem lelang lebih baik dari sistem saat ini. Sistem ini akan mendorong harga da­ging lebih murah karena proses lebih kompetitif.

Dia menerangkan, saat ini ada 67 pemilik IP (importir produ­sen). Ke depan, jumlahnya bisa ber­­­ku­rang dan tidak menutup ke­­mung­kinan bertambah.

Se­mua­­nya  ter­gantung kemampuan me­reka me­menuhi kriteria teknis. Kriteria tek­nis tersebut antara lain me­mi­liki infrastruktur se­perti cool sto­rage (ruangan pen­di­ngin).

Menteri Pertanian Suswono me­nambahkan, Kementerian Per­tanian telah menjalin kerja­ sama dengan  Pelni dan PT Ke­reta Api Indonesia (KAI) untuk menekan harga daging sapi. Biaya peng­angkutan komoditas itu diu­pa­yakan akan diberikan diskon.  

“Jadi kita mengalami kesulitan pengangkutan sapi dari sentra produksi. Kemungkinan nanti dapat diskon ketika mengangkut dari NTB dan NTT atau Jateng dan Jatim,” kata Suswono.

Jika rencana itu berjalan, lan­jut menteri dari PKS itu, harga daging Indonesia da­pat bersaing dengan daging im­por. Menu­rut­nya, selama ini har­ga daging sapi Australia lebih mu­rah karena pe­ternak tidak per­nah memberi ma­kan, hanya di­gembalakan di pa­dang rumput. Oleh karena itu, perlu ada ke­bija­kan untuk men­dukung peternak.

Sekadar informasi, harga da­ging di Indonesia enam bulan be­la­­kangan ini tidak wajar. Harga me­nembus Rp 100 ribu per kilo­gram. Harga tersebut  termahal di dunia. Berbagai dugaan me­nge­muka di balik mahalnya har­ga da­ging mulai minimnya stok sam­pai permainan kartel.

Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia (PP­SKI) Teguh Boediyana ber­harap, pemerintah tak hanya menghi­tung jumlah populasi sapi untuk melihat kemampuan pro­duksi sa­pi dalam negeri. Tetapi memban­tu peningkatan produksi­nya. Me­nurutnya, negeri ini me­miliki po­tensi besar swasembada daging.

“Sentra penggemukan sapi belum digarap secara serius ka­rena minimya bantuan disektor teknologi. Sudah saatnya pe­me­rintah membantu agar kita tidak impor terus,” kata Teguh kepada Rakyat Merdeka, kema­rin. [Harian Rakyat Merdeka]






Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya