Berita

Djan Faridz

Bisnis

Menpera Ancam Cabut Izin Developer Nakal

Tiga Pengembang Masuk Daftar Hitam
SELASA, 26 FEBRUARI 2013 | 08:07 WIB

.Menteri Perumahan Rakyat (Men­pera) Djan Faridz akan me­nertibkan sejumlah pengembang besar maupun kecil yang tidak me­matuhi Peraturan Menteri Perumahan Rakyat (Permen­pera) Nomor 10 tahun 2012 tentang Pe­nyelenggaraan Perumahan dan Ka­wasan Permukiman dengan Hunian Berimbang. Hal ini dila­kukan untuk memenuhi kebutu­han rumah murah.

Dalam aturan tersebut, pe­ngem­­bang wajib menerapkan kon­sep hunian ber­im­bang de­ngan pola 1:2:3 antara ru­mah me­wah, rumah mene­ngah dan rumah sederhana.

“Permenpera ini harus dijalan­kan oleh seluruh pengembang yang membangun rumah mewah dan menengah serta rumah susun komersial. Kami akan tertibkan pengembang nakal, agar aturan hu­nian berimbang bisa dijalan­kan dengan baik,” kata Djan di Ja­karta, Jumat (22/2).


Berdasarkan informasi di ling­kungan Kemenpera, Menteri Djan kabarnya sudah mengan­tongi sejumlah nama pengem­bang nakal yang diduga tidak me­matuhi Permenpera. Para pe­ngem­bang ter­sebut sudah ma­suk daftar hitam Kemenpera atau di­anggap sebagai pengembang na­kal. Beberapa di antaranya adalah pengembang besar yang proyek­nya selalu laris manis.

Bekas Senator asal Jakarta ini mengatakan, pelaksanaan Per­menpera sangat penting. Sebab, aturan tersebut jika dilaksankan dapat membantu pembangunan rumah murah untuk rakyat. Oleh karena itu, dia ingin mengop­ti­malkan aturan dan memperketat pengawasannya  di lapangan.

“Kami akan membuat badan hukum baru yang  dengan Pem­da untuk mengawasi pengem­bang yang tidak mau me­nerap­kan atu­ran hunian berimbang ini,” imbuh Djan.

Saat ditanya mengenai sanksi, Djan menyatakan, pengembang nakal bisa dipidanakan. Dia me­negaskan, tidak akan segan-segan memberikan sanksi sesuai de­ngan kewenangannya seperti men­cabut izin operasinya.

Djan menambahkan, ke depan dia juga akan melakukan audit ke semua pengembang yang men­jual rumah susun saat pem­ba­ngunan fisiknya belum rampung 20 persen.
“Kita akan audit se­mua pe­ngem­bang sesuai aturan tanpa te­bang pilih,” tegasnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya