Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Dahlan Wajibkan KAI Pakai KRL Made In PT INKA

SABTU, 23 FEBRUARI 2013 | 08:23 WIB

.Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menargetkan, tiga tahun lagi PT Kereta Api Indonesia (KAI) me­makai kereta buatan (made in) dalam ne­geri.

Dengan begitu, kata Dahlan, KAI tak lagi mengandalkan  ke­reta bekas dari negara lain. Saat ini PT INKA se­dang mening­kat­kan kualitas pembuatan ke­reta yang diproduksinya.

“Nantinya kereta buatan PT INKA akan dipakai oleh KAI. Saat ini INKA sedang memenuhi keinginan kualitas yang diminta,” kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, kemarin.


Dahlan mengatakan, pihaknya mendorong PT INKA fokus de­ngan peningkatan kualitas pem­buatan kereta api. Oleh sebab itu, perusahaan itu tidak akan lagi me­lanjutkan rencananya untuk membuat mobil nasional. Na­mun, jika ada investor yang ter­tarik kepada INKA untuk meng­garap produksi mobil, dia tidak akan menghalanginya.

Dahlan menuturkan, pasar ke­reta api cukup bagus. JIka kuali­tas kereta api buatan INKA su­dah memenuhi standar dunia, tidak menutup kemungkinan ha­sil pro­duksinya diekspor atau dijual ke luar negeri.

Selain memenuhi permintaan PT KAI, PT INKA kini sedang me­lakukan persiapan pembuatan monorail.  

Direktur Utama INKA Agus H Purnomo baru-baru ini menga­takan, pihak­nya se­dang menyi­ap­kan ranca­ngan dan desain mo­no­rail untuk proyek monorail yang akan di­garap PT Adhi Karya dan konsor­sium BUMN.

Menurut Agus, mo­norail yang akan dibuat mengam­bil referensi Jepang dan Jerman. Tapi tetap dengan model khas Indonesia. Nantinya, INKA akan mem­pro­duksi dua model mono­rel, yakni satu rangkaian dengan empat ger­bong dan satu rang­kaian de­ngan enam gerbong.

Dia yakin, monorail produksi INKA berkualitas dengan kean­dalan yang sangat tinggi. “Ke­mung­kinan error sedikit, kita biasa desain kereta yang rumit. Basic monorel kan dari kereta se­hingga reliable dan dijamin tidak mogok,” tutur Agus.

Soal harga, Agus menjamin harga produksi monorail INKA le­bih murah daripada harga mo­norail yang ada di pasar global.

“Pem­banding di luar per km. Monorail harganya paling murah 30 juta dolar AS. Kita hanya 20 juta dolar AS per km,” jelas Agus. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya