Berita

djoko suyanto/ist

Menko Polhukam: Serangan TPN OPM Sabotase Upaya Damai di Tanah Papua

JUMAT, 22 FEBRUARI 2013 | 21:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemerintah mengutuk keras serangan yang dilakukan pasukan Tentara Pembebasan Nasional (TPN)  Organisasi Papua Merdeka (OPM), yang telah menewaskan delapan prajurit TNI di Papua kemarin.

Para kesuma Indonesia yang gugur itu adalah Pratu Wahyu Prabowo, Sertu M. Udin, Sertu Frans, Sertu Romadhan, Pratu Mustofa, Sertu Edy, Praka Jojo Wiharjo dan Praka Wempi. Pemerintah memikirkan santunan terbaik bagi keluarga mereka.

"Pemerintah memandangnya sebagai sabotase berbahaya yang ditujukan secara sengaja untuk menghalangi, bahkan menggagalkan inisiatif dan upaya damai yang tengah terus diupayakan bagi Papua," ujar Menko Polhukam Djoko Suyanto, Jumat (22/2).


Pemerintah, katanya, meski dalam kesedihan dan kemarahan, menegaskan pendirian bahwa tak ada aksi kekerasan apapun yang bisa menggeser komitmen dan keberpihakan pada kesejahteraan dan perdamaian abadi di Papua. Bersama-sama dengan warga Papua, pemerintah pusat dan pemerintah daerah memilih untuk terus mengedepankan upaya-upaya damai, fair dan jujur, demi mencapai kesepahaman yang adil, bermartabat dan operasional serta menjauhi langkah-langkah kekerasan yang eksesif dan di luar hukum. Pendekatan perekonomian dan kesejahteraan melalui Otonomi Khusus pun harus terus di upayakan dan dilaksanakan semaksimal mungkin.  

Djoko Suyanto menjelaskan, faksi-faksi di Papua pro kekerasan hanyalah sedikit orang yang menolak jalan demokrasi.

Terhadap mereka yang menggunakan pembunuhan sebagai jalan politik dia memastikan langkah-langkah penegakkan hukum dilakukan dengan penggunaan kekuatan yang terukur dan tegas sesuai dengan norma-norma hukum dan hak asasi manusia di Indonesia. Hal itu semata-mata demi menghentikan penyebaran kekerasan dan demi membuat para pelakunya bertanggungjawab di muka hukum, agar masyarakat di Papua dapat melaksanakan aktivitas sehari hari dengan aman.

"Kehilangan keluarga dalam konflik kekerasan adalah sumber duka yang tak terukur. Kita harus makin menguatkan keberpihakan pada jalan damai bagi Papua, pada kegigihan menghentikan kekerasan dan pada kecendekiaan dalam mencari kesepahaman serta jalan keluar. Demi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang didasari Kemanusiaan, Keadilan dan Kesejahteraan," demikian Djoko Suyanto. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya