Berita

Kiki Amalia

Blitz

Kiki Amalia, Bercerai Karena Tak Mau Dikekang

JUMAT, 22 FEBRUARI 2013 | 09:16 WIB

Dinikahi Markus, hidup menjadi rutinitas membosankan. Sakit hati dilarang mengadopsi anak.

Terasa masih abu-abu, Kiki Amalia mulai blak-blakan tentang penyebab dirinya bercerai dengan Markus Horison. Bintang film Tragedi Penerbangan 574  dan Mas Suka Masukin Aja ini merasa lebih tenang setelah digugat cerai Markus. Hidup terkekang jadi alasan utama rumah tangga Kiki dan Markus retak dan akhirnya mau dicerai.

“Bebas rasanya seperti ini. Inilah saya yang dulu, tidak ada larangan,” ungkap Kiki kepada wartawan.


Batasan-batasan selama menikah dengan mantan penjaga gawang Timnas itu, membuat dirinya mandek. Secara tersirat, memang itulah alasan Kiki tak bisa sejalan dengan Markus.

“Sebenarnya bukan larangan hanya batasan, tapi itu salah satunya yang membuat diri saya tidak kreatif lagi dan stuck. Mungkin ini semua sudah jalan Allah,” urainya.

Masalah anak menjadi polemik. Markus terang-terangan tak setuju dengan langkah Kiki mengangkat anak. Sementara Kiki melakukan hal itu untuk menambah kebahagiaan rumah tangganya karena dia pernah keguguran. Tapi Markus  bergeming. “Yang bikin saya sakit hati banget saat Markus bilang, ‘Kiki nggak pernah hamil’,” ungkapnya.

Mantan pacar Hengky Kurniawan ini sebenarnya enggan kembali membahas masalah anak. Diakuinya, masalah anak yang diadopsi dari sang kakak selalu menjadi pembahasan usai sidang cerai. Maka, di tengah kesibukannya, Kiki yang baru membuka restoran di Bandung ini tak pernah membawa serta anak adopsi.

“Nggak ada masalah dengan anak. Sebenarnya saya dilarang bicara soal anak oleh pengacara saya. Mungkin nanti setelah ketuk palu dengan bapak Markus saya akan membawa anak saya ke mana-mana,” tutur Kiki.

Ia punya alasan sendiri kenapa tak pernah membawa anak dalam setiap kesempatan. “Nanti kalau saya bawa kemana-mana, sebelum ketuk palu, dibilang anak haram. Padahal anak ini ada orangtuanya, yakni kakak saya,” selorohnya.

Saat ini Kiki juga mengaku tak trauma untuk berhubungan lagi dengan seorang pria. “Saya nggak (trauma). Malah saya mau cepat-cepat menikah lagi,” candanya.

Kiki mengungkapkan, waktunya kini lebih banyak digunakan mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia juga berencana untuk beribadah umroh dalam waktu dekat.

Tentang statusnya sekarang sebagai janda, dirasa memang tak enak. Namun wanita kelahiran 26 November 1981 ini mengaku sudah siap dengan segala kemungkinannya.

“Banyak omongan orang di luaran. Tapi ya inilah yang harus saya jalanin,” ucapnya.

Namun ditegaskan lagi, dirinya sudah move on untuk melanjutkan hidup. “Saya harus tegar ya. Tetap harus berjalan, untuk apa saya harus begini terus,” ucapnya.

Kiki sempat menyebut Markus Horison tak menafkahinya selama sembilan bulan. Meski sempat dibantah pihak Markus, namun Kiki seolah kembali mengingatkan soal dirinya yang tak diberi nafkah. Merasa sakit hati?

“Saya nggak punya dendam. Saya tidak dinafkahi juga saya ridho,” jawabnya.

“Tapi saya nggak mau menjatuhkan Markus, dia belum dapat klub sampai saat ini. Saya pengen membantu Markus, tapi sudah lah,” sambung Kiki.

Soal pembagian harta gono-gini, Kiki juga mengaku tak terlalu mempermasalahkannya. Baginya, yang terpenting proses peceraiannya dengan Markus bisa segera selesai.

 Urusan pendapatan, Kiki tak khawatir. Apalagi sejak berita perceraiannya dengan Markus terungkap, tawaran job yang datang kepadanya makin deras.
“Justru semakin diberitakan (soal perceraian), pekerjaan saya semakin banyak,” ungkapnya.

 Sebelumnya Markus sudah bulat untuk bercerai. Ia yakin, pengadilan tak mungkin berhasil memediasi dirinya dan Kiki untuk rujuk.

“Sudah siapin semuanya (jadi duda) banyak berdoa aja. Kalau bisa dipercepat saja nggak usah lama-lama. Minggu depan sidang lagi. Dipercepat aja lah, biar selesai, biar tahu mana yang bener dan salah,” tantang Markus belum lama ini.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya