Berita

ilustrasi, Hortikultura

Bisnis

RI Pantang Mundur Hadapi Amrik Soal Impor Hortikultura

JUMAT, 22 FEBRUARI 2013 | 08:07 WIB

.World Trade Organization (WTO) kemarin mulai mempro­ses penanganan kasus gugatan Amerika Serikat (AS) terhadap pemerintah Indo­nesia mengenai pembatasan impor hortikultura.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan, saat ini ini proses sudah masuk ta­hap konsultasi antara Amerika dengan Indonesia.

“Proses sedang berlangsung di Jenewa, Swiss. Nanti kita lihat saja hasilnya,” kata Bayu di Ja­karta, kemarin.


Perwakilan pemerintah Indo­ne­sia yang ke Swiss terdiri dari utusan Kementerian Perdaga­ngan, Kementerian Pertanian, Ke­menterian Perindustrian, dan Kementerian Luar Negeri.

Bayu mengungkapkan, Indo­ne­sia akan berusaha semaksimal mungkin memberikan penjelasan mengenai kebijakan pemba­tasan impor hortikultura secara detail.

Dari penjelasan ter­sebut, diha­rap­kan pihak AS bisa me­ngerti sehingga tidak perlu sam­pai ke proses penetapan penye­lesaian perbedaan pendapat.

Dia menerangkan, pihaknya me­la­kukan kebijakan pembata­san untuk melindungi kepenti­ngan petani. “Kita melakukan pe­nga­turan supaya agar mereka ti­dak harus berhadapan secara ter­buka. Karena skala usaha pe­tani kita masih berbeda dengan negara lain,” imbuhnya.

Menurutnya, pembatasan im­por hortikultura juga bertujuan untuk melindungi konsumen agar bisa mengkon­sumsi produk-pro­duk dari dalam negerinya sendiri.

Menteri Perdagangan (Men­dag) Gita Wirjawan menuturkan, pemerintah sudah siap dengan hasil terburuk proses konsultasi tersebut.

“Saat ini kita masih berasumsi secara konservatif. Tapi jika hasil penyelesaiannya tidak positif, ma­ka kami akan melaju ke tahap se­lanjutnya, dispute settlement,” kata Gita Di Jakarta, Rabu (20/02).

Menurut Gita, sejak Amerika me­layangkan gugatan, pihaknya telah mempersilakan WTO me­nge­cek di lapangan. Tujuannya, agar mereka mengetahui tujuan dan alasan pembatasan impor.

Gita berharap AS bisa ber­jiwa besar menghormati ke­bija­kan In­donesia dan bisa melihat per­spek­tifnya dengan bijaksana.

“Mu­dah-mudahan mereka bisa menga­pre­siasi, menghormati ke­pen­ti­ngan dan keinginan Indo­nesia se­perti kita menghormati mereka dengan pemberian CRA dan MRA sewak­tu peraturan yang memba­tasi jum­lah pelabu­han yang bisa dilewati oleh pro­duk-produk hor­ti­kultura,” harapnya.

Bila forum konsultasi gagal, kata Gita, bisa dipas­tikan akan membawa kasus itu masuk ke ba­dan sengketa WTO. “Jika Orga-nisasi Perdagangan Du­nia itu me­nyatakan AS me­nang, maka kon­sekuensinya Indo­nesia harus men­­cabut kebijakan pengetatan impor hortikultura,” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya