Berita

ilustrasi, Minuman Bersoda

Bisnis

Rencana Cukai Minuman Bersoda Bikin Pengusaha Lokal Resah

JUMAT, 22 FEBRUARI 2013 | 07:59 WIB

Rencana pemerintah menge­na­kan cukai minuman bersoda menjadi perhatian pengusaha lokal. Para pengusaha itu me­minta pemerintah lebih bijak me­ngeluarkan aturan.

“Kami pendatang baru, jika ada cukai ya kami berharap peme­rin­tah bijak lah,” kata Hendrawan Judianto, pemilik minuman soda merek Indo Saparella.

Hendrawan baru beberapa ta­hun membangun bisnis mi­numan yang di masa lalu, konon, biasa disebut minuman bangsa­wan Yogyakarta.


“Kami baru membangun  usa­ha ini, bahkan ba­ru mau bangun pabrik, bukan meng­hidupkan usa­­ha lama milik keluraga,” ucapnya.

Dia mengaku agak bingung ketika mengetahui ihwal rencana pengenaan cukai untuk minuman bersoda karena masih tergolong pendatang baru di bisnis minu­man itu.

Hendrawan mengaku awal mendirikan usaha minuman soda sarsaparilla karena keluarganya suka dengan minuman tersebut. Sayangnya, produk itu tidak di­jumpainya lagi.

“Ya sudah kami bikin sendiri saja sekalian. Bisnis dan pasar­nya ternyata bagus,” katanya.

Hal senada disampaikan pe­mi­­lik merek AyHwa, Hendra Gu­­wanto. Berbeda dengan Indo Sa­­parella, AyHwa adalah indus­tri rumahan. Dia mengaku tidak me­ngerti ihwal pengenaan cukai.

Sejumlah usaha minuman soda di Yogyakarta memang sudah ba­nyak yang tumbang. Saat ini ha­nya bisa dijumpai tiga merek, yaitu Indo Saparella, AyHwa dan Minerva.

Dia mengaku sulit mem­per­ta­han­kan usahanya kalau ingin tetap asli dengan kemasan botol bertu­tup keramik dan pengait kawat.

Seperti diketahui, pemerintah ber­en­cana mengenakan cukai ter­hadap minuman bersoda. Alhasil, para pelaku bisnis minuman ber­so­da ketar-ketir dengan rencana itu.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Ke­menperin) Benny Wachjudi me­negaskan, pihaknya menolak dan tidak akan mendukung kebijakan tersebut.

Menurutnya, kebijakan itu di­khawatirkan memukul pelaku industri yang sedang mencoba bertahan dari imbas krisis global.

“Kami pernah menolak mati-matian. Kemen­perin tidak akan mendukung,” tegasnya.

Benny mengaku, pengenaan cukai terhadap minuman ringan bersoda dan bumbu penyedap pernah diterapkan pada 2001-2002. Namun, setelah mendapat penolakan dan dikaji ulang, ke­bijakan itu akhirnya dicabut.

“Kalau diterapkan lagi berarti mengikuti sejarah yang sesat,” ujarnya. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya