Berita

Nusantara

Rizal Ramli: Rieke-Teten Layak Pimpin Jabar

KAMIS, 21 FEBRUARI 2013 | 22:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jawa Barat membutuhkan pemimpin yang mampu membawa provinsi ini tumbuh lebih tinggi sehingga dapat menyejahterakan sebagian besar warganya. Untuk itu, diperlukan pemimpin yang amanah, jujur, punya kapasitas dan berintegritas tinggi.

"Sejak kecil saya tinggal di Bogor. Saya juga kuliah di ITB Bandung. Saya tahu potensi Jawa Barat jika dikelola dengan baik pasti bisa memberikan kemakmuran bagi sebagian besar warga Jawa Barat," ujar Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Perubahan (ARUP) Rizal Ramli ketika ditanya seputar Pilkada Jabar, Rabu (20/2).

Tokoh yang menjadi ikon perubahan nasional ini yakin pasangan Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki mampu memenuhi tanggung jawab dan harapan tersebut. Rekam jejak Rieke dan Teten selama ini menjadi modal kuat bagi keduanya memimpin Jawa Barat. Dengan kapasitas masing-masing, Rieke dan Teten terbukti telah menunjukkan sikap amanah, jujur, punya integritas, dan memiliki keberpihakan kepada rakyat kecil.


Rieke, misalnya, sebagai anggota DPR bersama kaum buruh dan pekerja gigih berjuang menggolkan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS). Lewat kedua UU ini, kelak seluruh rakyat Indonesia (bukan hanya buruh) akan menikmati beragam layanan jaminan sosial, termasuk layanan kesehatan secara cuma-cuma dan layak.

Sedangkan Teten dengan Indonesia Corruptions Watch (ICW) aktif melakukan perang melawan korupsi. Sejumlah kasus korupsi kelas kakap yang selama ini remang-remang dan tidak jelas penyelesaiannya, akhirnya bisa dituntaskan setelah ICW terus mendesak di media massa.

"Dengan rekam jejak seperti itu, saya yakin Rieke dan Teten akan mampu memenuhi harapan warga Jabar. Keduanya sudah terbukti memiliki kapasitas dan integritas yang tak perlu diragukan lagi. Ini menjadi modal sangat penting dalam kepemimpinan, di tengah rendahnya etika moral dan hukum sebagian besar pejabat publik kita," ungkap Rizal Ramli yang juga mantan Menko Perekonomian. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya