Berita

ilustrasi, Kedelai

Bisnis

Menteri Gita Bilang, HPP Kedelai Segera Diterbitkan

Pengrajin Tempe Tahu Ngancam Mogok Lagi
KAMIS, 21 FEBRUARI 2013 | 08:06 WIB

.pemerintah dalam waktu de­kat ini akan mengeluarkan pera­turan mengenai harga pokok pen­jualan (HPP) kedelai untuk men­jaga stabilitas harga komoditas tersebut.

Menteri Perdagangan (Men­dag) Gita Wirjawan mengatakan, aturan HPP Kedelai disusun de­ngan memperhatikan kepen­ti­ngan semua pihak baik petani, pengrajin dan konsumen.

“Semua nanti kita akan atur. Pe­tani dan pengrajin akan men­da­patkan keuntungan dari adanya HPP ini,” kata Gita dalam kun­­jungannya ke sentra pengrajin tahu tempe di Semanan, Kali­de­res, Jakarta Barat, kemarin.


Dalam kunjungan itu, Gita di­dampingi Dirjen Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi. Me­nurut Gita, kunjungannya terse­but untuk mendengar masukan pengrajin tempe mengenai ren­cana pemerintah mengeluarkan aturan baru soal HPP Kedelai.

Gita menyadari, HPP Kedelai merupakan peraturan yang di­tunggu petani dan pengrajin ke­de­lai. Soal isi aturan HPP, Gita men­jawab, pemerintah akan ber­u­paya mengeluarkan kebijakan yang positif.  

“Yang penting aturan nanti bisa menciptakan suasana yang stabil. Jadi bisa tahu harga hari ini be­rapa dan besok berapa,” katanya.

Bekas bos JP Morgan itu berha­rap, produksi kedelai  mendapat­kan perhatian. Sebab, jumlah pro­duksi dan ke­butuhan mas­ya­ra­kat Indonesia sangat jom­plang. Pro­duksi stag­nan, tetapi konsumsi kedelai terus naik.

Kapan aturan itu diterbitkan? Gita bi­lang peraturannya sudah siap, tinggal menunggu tanda­tangan presiden.

Ketua Gabungan Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Gakop­tindo) Sutaryo mengaku kecewa sampai kini aturan mengenai HPP Kede­lai belum diterbitkan. Dia meng­ancam akan kembali mogok pro­duksi bila penerbitan

aturan terse­but tidak kunjung rampung. “Jika ini tidak cepat diselesaikan, bisa jadi kami akan mogok lagi,” ancam Sutaryo, Selasa (19/2).

Sutaryo menjelaskan, awal ta­hun harga kedelai impor sekitar Rp 7.300 per kilogram (kg) dan saat ini men­capai Rp 9500 per kg.  Kenaikan harga ti­dak hanya ter­jadi di Jakarta, tapi juga di dae­rah lain. Misalnya diBandung, harga kedelai mencapai Rp 10 ribu per kg dan di Jawa Timur Rp 8.500 per kg.

Dia berharap, pemerintah se­gera menerbitkan aturan HPP ke­delai. Sebab, aturan itu bisa mem­berikan jaminan harga baik untuk petani maupun peng­ra­jin tahu tempe. “Selain itu, HPP juga bisa memacu gairah ta­nam

kedelai. Itu bagus karena se­lama ini gairah petani menanam kedelai kendur gara-gara fluktuasi harga yang dinamis,” kata Sutaryo.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamukthi sebelumnya memberikan sedikit bocoran me­ngenai isi aturan HPP Kedelai. Me­­­nurutnya, harga Kedelai akan di­­tetapkan per bulan. Harga itu di­sesuaikan dengan harga

kedelai dunia. Selain itu, pemerintah juga bakal membatasi perusahaan yang berhak mengimpor kedelai. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya