Berita

ilustrasi, Batavia Air

Bisnis

Ketua Komisi V Ingatkan, Jangan Ada Jual Beli Rute

Pasca Putusan Pailit Batavia Air
KAMIS, 21 FEBRUARI 2013 | 07:56 WIB

.Satu hari setelah dilantik se­bagai Ketua Komisi V DPR, Laurens Bahang Dama langsung me­lempar kritikan ke Kemen­terian Perhubungan (Kemenhub) terkait manajemen penerbangan di tanah air.

Laurens mengaku heran atas di­hentikannya izin operasi Ba­tavia Air pasca putusan pailit yang dikeluarkan Pengadialan Ne­geri Jakarta Pusat per 30 Ja­nuari 2013. Menurutnya, Batavia tidak akan pailit kalau pemerintah melakukan perlindungan dan pen­dampingan bagi perusahaan penerbangan dalam negeri.

“Perusahaan penerbangan yang kecil-kecil itu harus dibina su­pa­ya bisa berkembang. Jangan ma­lah membuka pintu selebar-le­barnya ke asing. Kalau hadap-ha­dapan sa­ma asing, pener­ba­ngan kita pasti kalah.


Soalnya asing kan punya modal besar,” ujarnya di Gedung DPR, kemarin.

Bagi politisi Partai Amanat Na­sional (PAN) ini, wilayah udara adalah bagian dari kedaulatan. Kalau wilayah udara dikuasai asing, sama saja Indonesia dija­jah. “Asing harus dibatasi,” tegasnya.

Saat ini, kata Laurens, pener­bangan asing begitu mudah ma­suk Indonesia. Bukan hanya me­layani rute internasional, mereka juga sudah melayani rute domes­tic, contohnya AirAsia. Hal ini je­las akan mematikan perusahaan penerbangan lokal. Kalau terus dibiarkan, bukan hanya Batavia yang pailit, Lion Air dan Sri­wi­jaya Air juga bisa menyusul.

Anehnya lagi, lanjut Laurens, saat penerbangan asing begitu mu­dah masuk Indonesia, pener­ba­ngan nasional setengah mati ma­suk wi­layah internasional. “Ini terlalu enak untuk asing,” imbuhnya.

Dia menganggap, awalnya Ba­tavia baik-baik saja. Kasus ini muncul karena ada rencana akui­sisi Batavia oleh AirAsia. Setelah usaha AirAsia gagal, tiba-tiba muncul gugatan dari Interna­tional Lease Finance Corpo­ra­tion (ILFC), perusahaan sewa pesa­wat yang menyebutkan Batavia tidak mampu membayar utang­nya  4,69 juta dolar AS atau setara Rp 40 miliar yang jatuh tempo per 13 Desember 2012.

“Masak dengan hanya utang sebesar Rp 40 miliar, pener­ba­ngan yang sudah beroperasi le­bih dari 10 tahun harus tutup. Ini sa­ngat aneh,” cetusnya.

Laurens curiga, hal ini terjadi ka­rena ada sesuatu. Sebab, be­be­rapa rute yang dilayani Batavia se­lama ini seperti Jakarta-Pon­tia­nak adalah rute gemuk. “Jangan sam­pai ada permainan jual beli rute dalam kasus ini,” tandasnya.

Kemenhub menyatakan, setiap mas­kapai memang memiliki ke­wa­ji­ban untuk menyampaikan lapo­ran keuangan kepada kemen­terian ter­sebut. “Tapi laporannya ber­sifat umum, melalui cash flow,” kata Kepala Pusat Ko­munikasi Pub­lik Kemenhub Bambang S Ervan.

Meski begitu, dia mengaku su­sah untuk mendeteksi awal ke­bangkrutan suatu maskapai. Ke­menhub tidak bisa masuk terlalu dalam pada masalah keuangan mas­­kapai karena adanya aturan otoritas keuangan. Jika maskapai mengalami hambatan dalam bis­nis, yang harus diutamakan ada­lah menanggulangi para pe­num­pang yang sudah membeli tiket.

Namun, Kemenhub tetap me­­lakukan pengawasan. “Jika cash flow-nya jelek, perusahaan me­ng­abaikan pilot dan perawat­an pe­sawat, baru kita melakukan lang­kah,” kata Bambang.

Ia mengungkapkan, sejak awal Kemenhub melakukan pem­bi­naan dengan meneliti business plan maskapai. Pembinaan dila­kukan antara lain dengan mem­beri masukan tentang rute-rute yang tidak berat dalam per­sai­ngan. “Maskapai juga bisa diberi privilage agar rute tidak dima­suki pesaing selama tiga tahun,” ujar Bambang. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya