Berita

PANDORA HAMBALANG

Kekuatan Besar Apa yang Merontokkan Nyali Agus Martowardojo?

RABU, 20 FEBRUARI 2013 | 17:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Klaim Menteri Keuangan Agus Martowardojo dipertanyakan karena mengaku tidak mengetahui bahwa pengajuan anggaran multi years proyek Hambalang tidak ditandatangani Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto.

Dosen Politik FISIP UIN Jakarta, Teguh Santosa, menilai pengakuan Agus Martowardojo yang meloloskan permohonan anggaran Hambalang meskipun cacat formalitas sebagai tindakan ceroboh.

"Manajemen keuangan warteg saja pasti taat pada aturan formal. Tidak boleh ada rencana dan penggunaan anggaran yang tidak jelas. Apalagi ini soal keuangan negara. Berbagai aturan termasuk yang dianggap formalitas sebenarnya untuk mencegah atau setidaknya memperkecil kemungkinan uang negara dikorupsi," kata Teguh kepada wartawan di Jakarta, Rabu (20/2).


Menurut Bang Teguh, biasa disapa, sulit mempercayai Agus Martowardojo yang punya track record bagus selama ini bisa ceroboh seperti itu. Saat menjabat Direktur Utama Bank Mandiri dia dikenal sangat taat asas dan formalitas.

"Bahkan waktu dia masih di Mandiri ada menteri yang mengeluh karena beberapa kali keinginannya tidak dipenuhi Agus," katanya.

Dalam persetujuan proyek Hambalang, Agus Wartowardojo ceroboh karena menyetujui kendati waktu pengajuan revisi Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA KL) TA 2010 yang diajukan Sekretaris Kemenpora Wahid Muharram telah melebihi batas waktu sebagaimana diatur dalam PMK 69/PMK.02/2010.  

Agus Martowardojo juga menyetujui kontrak tahun jamak meskipun pendapat teknis Kementerian Pekerjaan Umum tidak ditandatangani Menteri PU Djoko Kirmanto, melainkan ditandatangani Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementerian PU.

Publik, menurut Bang Teguh, tentu bertanya mengapa Agus Martowadojo menyetujui RKA yang cacat formalitas? Apalagi dari LKA itu diketahui ada pelonjakan nilai dari Rp 125 miliar menjadi Rp 2,5 triliun. "Kekuatan besar apa yang membuat nyali Agus Martowardojo rontok?" tanya dia. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya