Berita

Nusantara

Reklamasi Pantai, Jokowi-Basuki Akan Dipanggil DPR

SELASA, 19 FEBRUARI 2013 | 16:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kalangan DPR mempertanyakan rencana pembangunan 17 pulau buatan di Teluk Jakarta. Untuk itu, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama akan diundang DPR untuk menjelaskan detail rencana tersebut.

Dua pekan lalu DPR sempat memanggil PT Muara Wisesa Samudera selaku pengembang permukiman mewah Pluit City, Jakarta Utara. Permukiman itu dibangun di salah satu pulau reklamasi yang sejatinya milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi pencemaran di Teluk Jakarta.

"Jawaban pengembang masih ngambang. Maka kita mau minta penjelasan dari DKI," kata anggota Komisi IV DPR RI Sudin kepada wartawan, Selasa (19/2).


Ia mengatakan, aturan main serta izin pembangunan hunian mewah di pulau reklamasi belum jelas. Tapi pihak pengembang telah menyebar informasi dan penawaran. Antara lain dilakukan melalui brosur dalam sebuah pameran di Emporium Pluit, Jakarta Utara.  Sementara itu, nelayan yang tinggal dan biasa mencari nafkah di sekitar pulau reklamasi mengeluhkan rusaknya lingkungan dan terganggunya biota laut akibat pembangunan hunian.

"Sebaiknya DKI selektif memberikan izin untuk pengembang. Jangan sampai merusak lingkungaan, berdampak banjir, dan merugikan masyarakat," kata Sudin.

Dalam menjalankan tugasnya, jelas Sudin, pengembang jangan sampai merugikan matapencaharian warga, misalnya jadi menyulitkan nelayan dalam mencari ikan. Begitu juga dampak lain seperti banjir.

Yang tak kalah penting, kata Sudin, pengembang jangan sampai mengganggu pendinginan PLTU yang dekat dengan lokasi. Menurutnya, jika pendingin PLTU terganggu, maka bisa berbahaya untuk masalah listrik se Jawa-Bali.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya