PT Garuda Indonesia bekerja sama dengan Etihad Airways menambah layanan penerbangan keenam destinasi baru di Eropa dan Timur Tengah yaitu Frankfurt, Brussels, Milan, Dusseldorf, Munich dan Bahrain.
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, dengan penambahan enam destinasi baru tersebut, hingga saat ini, Garuda telah menjadi marketing carrier untuk 13 destinasi yang dilayani Etihad Airways.
Ketujuh kota lainnya adalah Abu Dhabi, London, Paris, Manchester, Moskwa, Athena dan Muscat. Penerbangan ke-13 destinasi tersebut dilayani Garuda Indonesia melalui hub Abu Dhabi.
“Kerja sama
codeshare yang ditanda tangani sejak Oktober 2012 telah berkontribusi signifikan mempermudah akses para penumpang Garuda dari Indonesia menuju 80 destinasi di 50 negara di dunia yang dilayani Etihad Airways,†kata Emirsyah.
Sedangkan untuk Etihad Airways hingga saat ini telah menjadi
marketing carrier untuk tujuh destinasi yang dilayani Garuda yaitu Denpasar, Manado, Surabaya, Balikpapan, Makassar, Amsterdam dan Abu Dhabi.
Codeshare agreement tersebut juga merupakan bagian dari upaya Garuda terus meningkatkan layanannya kepada pengguna jasa sejalan dengan program
Quantum Leap 2011–2015, khususnya dalam pengembangan jaringan penerbangan.
Emirsyah juga mengatakan, sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan kepada penumpang, Garuda akan meningkatkan frekuensi penerbangan Jakarta-Amsterdam via Abu Dhabi menjadi enam kali per minggu dari sebelumnya empat kali per minggu mulai 21 Juni 2013.
“Mulai Juni 2013 kami juga akan melayani penerbangan Jakarta-Perth yang akan menjadi penerbangan
codeshare antara Garuda dan Etihad. Jadwal penerbangan ini akan disesuaikan dengan penerbangan dari dan menuju Abu Dhabi untuk memudahkan akses penumpang Garuda dan Etihad dari Timur Tengah, Eropa, dan
beyond menuju Australia bagian barat maupun sebaliknya,†papar Emirsyah.
President dan CEO Etihad Airways James Hogan mengatakan, kerja sama antara Etihad dan Garuda terus berkembang dan memberikan keuntungan signifikan bagi para pengguna jasa kedua maskapai. Kerja sama ini meningkatkan jaringan penerbangan dan konektivitas antar kota serta fleksibilitas jadwal penerbangan.
“Kerja sama ini tidak hanya dapat meminimalisasi waktu tempuh dari dan menuju berbagai destinasi favorit penumpang menjadi hingga di bawah tiga jam, tapi penumpang juga dimungkinkan menikmati layanan penerbangan dengan waktu tempuh tercepat antara Jakarta, Manchester, Jenewa dan Brussels,†kata Hogan. [Harian Rakyat Merdeka]