Berita

ilustrasi/ist

Bisnis

Investor Asing Getol Curi Data Cadangan Energi RI

Polri Kantongi Pembobol BUMI
SENIN, 18 FEBRUARI 2013 | 08:15 WIB

Investor asing dituding do­yan men­curi data-data tentang ca­dangan minyak dan gas (Migas) nasional. Kondisi inilah yang di­perkirakan, membuat kedau­latan energi di Indonesia (RI) sulit di­wujudkan.

Hal ini diakui oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik dalam se­buah diskusi dengan Economic Challenges di sebuah stasiun te­levisi swasta, pekan lalu. “Kalau asing (investor) melakukan hac­king untuk curi-mencuri data, ya. Itu kan pinter-pinternya mereka,” tukasnya.

Pengamat Ekonomi Kebijakan Publik Ichsanuddin Noorsy ber­pendapat, banyak kekayaan alam Indonesia yang sengaja dirampok oleh asing dengan melalui ber­bagai macam cara. “Apakah kita hanya berpangku tangan dan rela harta karun Ibu pertiwi kita di alih­­kan ke negara lain?” timpal Noor­sy dalam ke­terangan pers­nya di Jakarta, kemarin.


Salah satu contoh aksi kepen­tingan asing itu, menurut Noorsy, bisa dilihat antara lain pada kasus PT Freeport Indonesia, PT New­mont Indonesia, “Serta juga ren­cana asing untuk menguasai PT Bumi Resources Tbk,” tutur be­kas politisi Senayan ini.

Aksi itu kalau tidak pengua­saan saham juga berusaha men­curi data data sensitif. Salah satu kasus yang mencuat ke permu­kaan adalah du­gaan pencu­rian data dan hac­king email PT Bu­mi Resources (BUMI) sedang dalam proses penyidikan Mabes Polri.

Lebih lanjut Noorsy menjelas­kan aksi pencurian data itu terjadi pada sistem computer Bakrie Group yang telah dibobol. Noor­sy juga menduga sebagian doku­men yang dicuri dan dipalsukan identik dengan yang diserahkan kepada Bumi Plc untuk dilakukan investigasi independen atas tu­du­han peng­gelapan yang terjadi di BUMI dan Berau.

“Peme­rin­tah harus melindungi  aset batu­bara dari kepemilikan asing, kare­na hanya ini sektor yang masih dominan dikuasai pengu­saha nasional,” tegas Noorsy.

Seperti diketahui, Grup Bakrie sendiri mengaku telah menyiap­kan dana sebesar 50 juta dolar AS sebagai uang muka perjanjian perpisahan dari tubuh Bumi Plc. “Dana sudah kami siapkan dari kas,” kata juru bicara Grup Ba­krie, Christopher Fong kepada warta­wan, akhir pekan lalu.

Grup Bakrie berkomitmen me­nyelesaikan transaksi selama Bumi Plc juga memegang komit­mennya untuk tidak merombak jajaran direksi sesuai kesepakatan yang diteken bersama pada pekan ini. Apabila terdapat perubahan ja­jaran direksi, Grup Bakrie akan melakukan tin­dakan hukum.

Menurut Chris, pihaknya telah berkonsultasi dengan regulator bursa di Indonesia, dalam hal ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menjelaskan bahwa regula­tor Indonesia memiliki hak untuk memerintahkan mandatori pe­ngam­bilalihan  jika Bakrie kehi­langan kon­trol atau haknya atas Bumi Plc.

Kehilangan kontrol yang di­mak­sud berkenaan deng­an hak Bakrie dalam me­nunjuk chair­man, CEO dan CFO.

Sementara itu, aparat kepoli­sian mengaku sudah mendapat­kan ada titik terang penyelidikan pembajakan sistem komputer mi­lik BUMI. Saat ini tengah dida­lami keterkaitan data-data yang dibajak itu dengan mitra bisnis BUMI termasuk motif penggu­naan data-data itu.

“Kita akan teliti keterkaitan doku­men-dokumen yang diretas ini, yang berhasil diambil, adanya dugaan keterkaitan dengan mitra bisnis BUMI,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar di Jakarta, Jumat (15/2). Boy mengatakan, polisi tengah meneliti motif dalam peng­­gunaan data itu. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya