RMOL. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengaku sejak awal sudah memprediksi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang dihelat di Hotel Sahid Jakarta, kemarin, tak akan berujung pada pelengseran Anas Urbaningrum.
"Saya sudah prediksi. Ini (isu pelengseran Anas) sudah tiga kali; Rapimnas, Rakernas, Silatnas. Tapi semua rapi, berakhir dengan terbangunnya soliditas yang luar biasa," kata dia dalam talkshow di TVRI, sesaat lalu, Senin (18/2).
Prahara pelengseran Anas, kata Mubarok, dipicu informasi bahwa KPK menetapkan Anas sebagai tersangka. Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokat Jero Wacik dan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarif Hasan yang awal menyampaikan penyelamatan partai oleh SBY dan harapan agar Anas mundur.
"Itu korban Sprindik. Tahunya Sprindiknya palsu. Tapi karena kita tahu anatomi masalahnya, makanya biasa saja," imbuh dia.
Bermula dari informasi Anas tersangka itu pula, lanjut Mubarok, SBY selaku ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat menginstruksikan agar Anas fokus menghadapi masalah hukum.
"Ini juga kerena masalah Sprindik. Beliau (SBY) termakan isu Sprindik. Saat itu beliau kan mau pergi ke luar negeri. (Tapi) kemarin (di Rapimnas) beliau ceria," katanya lagi.
Siapa pembocor Sprindik atas nama Anas? Mubarok katakan mereka adalah pemain-pemain yang secara sistemik mau menghancurkan Demokrat.
[dem]