Berita

Politik

Ahmad Mubarok: SBY Korban Isu Anas Tersangka

SENIN, 18 FEBRUARI 2013 | 08:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok mengaku sejak awal sudah memprediksi Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang dihelat di Hotel Sahid Jakarta, kemarin, tak akan berujung pada pelengseran Anas Urbaningrum.

"Saya sudah prediksi. Ini (isu pelengseran Anas) sudah tiga kali; Rapimnas, Rakernas, Silatnas. Tapi semua rapi, berakhir dengan terbangunnya soliditas yang luar biasa," kata dia dalam talkshow di TVRI, sesaat lalu, Senin (18/2).

Prahara pelengseran Anas, kata Mubarok, dipicu informasi bahwa KPK menetapkan Anas sebagai tersangka. Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokat Jero Wacik dan anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Syarif Hasan yang awal menyampaikan penyelamatan partai oleh SBY dan harapan agar Anas mundur.


"Itu korban Sprindik. Tahunya Sprindiknya palsu. Tapi karena kita tahu anatomi masalahnya, makanya biasa saja," imbuh dia.

Bermula dari informasi Anas tersangka itu pula, lanjut Mubarok, SBY selaku ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat menginstruksikan agar Anas fokus menghadapi masalah hukum.

"Ini juga kerena masalah Sprindik. Beliau (SBY) termakan isu Sprindik. Saat itu beliau kan mau pergi ke luar negeri. (Tapi) kemarin (di Rapimnas) beliau ceria," katanya lagi.

Siapa pembocor Sprindik atas nama Anas? Mubarok katakan mereka adalah pemain-pemain yang secara sistemik mau menghancurkan Demokrat. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya